Kaba Agam

Diterjang Banjir Bandang, Alat Berat PDIP Dikepung Lumpur

Maninjau,kaba12 — Terjangan banjir bandang susulan yang menghantam wilayah Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis, (1/1) dini hari, tidak hanya menyebabkan 4 rumah warga, 2 vila dan 4 kedai warga direndam lumpur pekat, tapi juga 1 unit alat berat yang tengah bekerja membantu proses pembersihan material galodo yang sudah bersiaga di wilayah itu lebih dari 1 bulan terakhir.

Alat berat yang sengaja diturunkan DPP PDI Perjuangan dan DPW PDIP Sumbar itu, terkepung luapan lumpur yang kembali menghantam wilayah Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau. Bahkan, tercatat sehingga Kamis sore, terjadi 4 kali luapan galodo yang bersumber dari aliran sungai di pebukitan di kawasan kelok 28, ruas kelok 44 di Jorong Kuok III Koto, Matur.

Terbenamnya 1 alat berat yang disumbangkan DPP PDI Perjuangan itu dibenarkan Roza Syefrdianti, Kadinas Kominfo Agam yang bersama Bupati Agam dan beberapa pejabat daerah saat ini meninjau terdampak banjir bandang susulan di Muaro Pisang, Maninjau, Kamis sore.

Dijelaskan, luapan aliran sungai Muaro Pisang yang terjadi sejak Rabu malam menjelang malam pergantian tahun 2025-2026 itu,berlanjut hingga Kamis sore, walau kondisi cuaca cukup cerah, “material galodo turun dari pebukitan di kawasan kelok 28 dengan materia batu-batu besar yang dibawa lumpur pekat, “jelasnya.

Saat ini, selain rumah,villa dan kedai milik warga, alat berat tersebut masih dalam proses pembersihan, dan diupayakan untuk segera bisa dioperasikan kembali.

Hal serupa disebutkan Yogi Yolanda, Bendahara DPW PDIP Sumbar, yang sejak awal kejadian bencana di wilayah Tanjung Raya sudah bersiaga, membantu warga terdampak bencana dengan menurunkan berbagai bantuan termasuk alat berat yang saat ini tersekat lumpur yang dibawa galodo di Muaro Pisang tersebut.

“Alat berat masih terperangkat, kita masih upayakan bersama tim gabungan untuk mengevakuasi alat itu, agar bisa segera beroperasi, mengingat sangat banyaknya material yang harus dibersihkan. Di Tanjung Raya sepertinya masih sangat membutuhkan tambahan alat berat, karena bertambahnya volume banjir bandang dan longsor, “sebut Yogi Yolanda.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, potensi longsor dan banjir bandang susulan masih tinggi di wilayah itu, apalagi kondisi cuaca yang masih terus hujan,di pebukitan di atas wilayah Maninjau, banyak retakan, tebing-tebing yang runtuh yang menendapkan berbagai jenis material yang masih labil dan setiap bisa terban.

(HARMEN)

0Shares
Diterjang Banjir Bandang, Alat Berat PDIP Dikepung Lumpur
To Top