Lubukbasung,kaba12 — Khawatir diterjang banjir bandang dan banjir yang berpotensi merendam pemukiman warga di sepanjang aliran sungai Batang Kapareh dan Sungai Aua, Sungai Jariang, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, gelar gotong royong bersama menanami berbagai jenis bibit pohon besar di sepanjang aliran sungai tersebut.
Upaya antisipasi dini yang dilakukan warga itu, karena khawatir wilayah Sungai Jariang juga akan bernasib sama dengan berbagai wilayah di Kabupaten Agam yang kini luluh lantak diterjang banjir dan banjir bandang karena makin rapuhnya stuktur penahan aliran aliran air sungai karena semakin langkanyo pohon-pohon di sepanjang aliran sungai.

Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12, puluhan warga Sungai Jariang turun bersama, menggelar aksi goro royong menanami berbagai jenis tanaman berurat tunggang yang berhasil diperoleh, terutama manggis, rambutan, surian dan jenis pohon besar lainnya.
Penanaman bibit pohon-pohon tua di sepanjang DAS sekiyar 15-20 meter dari tepian sungai Batang Kapareh dan Sungai Aua itu, menurut Erman ketua RT Sungai Jariang Erman, dan Kasman, Walijorong V Sungai Jariang, merupakan inisiatif ratusan warga Sungai Jariang, yang semakin khawatir melihat kondisi aliran sungai yang semakin dangkal dan mulai meluap jika hujan lebat , sehingga merendam kawasan itu di berbagai titik.

Disebutkan Erman, pihaknya bersama warga bersepakat untuk bergerak bersama, membangun kepedulian terhadap lingkungan termasuk mengantisipasi dampak banjir dan potensi banjir bandang yang akan terjadi jika tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini.

Dijelaskan, saat ini di sepanjang aliran sungai Batang Lolo, justru sudah dipenuhi pohon kelapa sawit, yang takkan kuat menahan terjangan banjir, karena akarnya berserabut, sehingga rentan tumbang, “kami membangun peduli sejak dini, agar anak-cucu kami kelak, tidak dilanda bencana, “sebutnya.

Erman menyebut, kondisi banjir besar yang melanda kompleks AMP III di Patok 17, yang hingga saat ini pemukiman warga direndam banjir besar, karena sepanjang DAS Batang Masang tidak ada pohon penahan air, semua ditanami sawit, “kami mencoba membangun kepedulian itu, dan direspon warga, karena seluruhnya sangat kuatir dengan dampak bencana yang terjadi saat ini di berbagai wilayah di kabupaten Agam, “sebutnya serius.
(HARMEN)