Padang, kaba12 — Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, pimpin shalat jenazah 24 korban terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat yang tidak teridentifikasi, setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan pos morten dan antemortem oleh tim DVI Polda Sumbar di RS.Bhayangkara Padang, di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Rabu, (10/12).
Prosesi pemakaman 24 korban terdampak bencana yang tidak teridentifikasi masing-masing 17 korban asal KabupatenAgam, 6 jenazah dari Kayu Tanam, dan 1 jenazah asal Padang Panjang berlangsung khyusuk, diawali dengan pelepasan jenazah, shalat jenazah dan pemakaman secara massal di TPU Bungus Teluk Kabung, Padang.


Bupati Agam yang diwakili Kadinas Kominfo Agam Roza Syafdefianti, bersama tim Dinas Sosial Agam dipimpin Hasneril, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Agam, hadir sejak awal prosesi dan memastikan seluruh tahapan berjalan tertib.
Menurut Roza Syafdefianti dan Hasneril, kehadiran tim Pemkab.Agam dalam prosesi pemakaman jenazah korban terdampak bencana yang tidak diketahui identitasnya tersebut, merupakan bantuan tanggungjawab pemerintah, “Walau identitas para korban belum diketahui, mereka berhak mendapatkan penghormatan terakhir yang layak. Ini tugas kemanusiaan yang tidak boleh ditunda,” tegasnya.


Roza menyampaikan Pemkab.Agam sangat terbantu dengan dukungan yang diambil Pemprov Sumbar dan Polda Sumbar, tidak hanya dalam prosesi pemakaman 24 jenazah tanpa identitas yang 17 jenazah diantaranya asal Kabupaten Agam, juga dukungan dalam penanganan dampak bencana di Agam.

Salat jenazah dipimpin Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, dengan doa oleh Imam Besar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Ust. H. Rahimul Amin, Lc.MA. Usai dishalatkan, seluruh jenazah dimakamkan secara massal di TPU Bungus Teluk Kabung, Padang
(HARMEN)