Palembayan,kaba12 — Banjir yang melanda wilayah Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia, kecamatan Palembayan itu mengalami peningkatan menyusul masih tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam, hingga Senin, (24/11) malam.
Debit air diinformasikan warga setempat terus mengalami peningkatan, bahkan saat ini di sepanjang ruas jalan utama tak jauh dari kompleks PT.AMP Plantation di Palembayan, sudah mencapai 80-150 CM di atas permukaan jalan beraspal, membuat arus lalulintas putus total.
Bahkan, truk-truk besar bermuatan buah kelapa sawit termasuk minyak olahan kelapa sawit hasil produksi PT.AMP Plantation, diinformasikan tidak bisa bergerak, karena ketinggian air yang memenuhi bodi kendaraan, termasuk kendaraan roda empat dan roda dua, memilih tidak melintasi kawasan itu.

Informasi yang diperoleh kaba12, kondisi itu sudah berlangsung sejak Minggu kemarin, dimana luapan air sungai Batang Masang yang berada tak jauh dari lokasi jalan dan pemukiman pendudukan di Muaro Kandang itu, meluap akibat curah hujan tinggi.
Hingga Senin sore, belum diperoleh informasi dari pihak berwenang, jumlah warga yang terdampak banjir, termasuk rumah warga yang terendam banjir akibat luapan aliran sungai tersebut. Namun dipastikan, puluhan rumah warga yang berada di kawasan itu, sudah terendam banjir sejak Minggu, menyusul ketinggian air yang sudah mencapai badan jalan utama ruas Simpang Gudang, Manggopoh-Simpang Ampek, Pasaman Barat tersebut.
Kondisi itu dibenarkan Eki Marlinda, Kabid.Kerjasama -Informasi Diskominfo Agam yang ikut memantau perkembangan kondisi kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Agam sejak Minggu kemarin.

Disebutkan,sesuai data yang dihimpun pihaknya, cukup banyak kawasan terdampak banjir dan tanah longsor akibat hujan yang cukup tinggi sejak Jumat kemarin. Setidaknya, sudah 8 kecamatan yang terdampak di berbagai lokasi, baik bencana banjir, longsor dan jalan ambruk tergerus longsor termasuk pohon tumbang.
(HARMEN)