Kaba Agam

Ade Rizki Pratama Gelar Aksi Nyata Kencana di Agam, Perencanaan Keluarga Jadi Fondasi Indonesia Emas 2025

Tanjung Mutiara, KABA12 — Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), HAde Rizki Pratama, SE,MM melaksanakan aksi nyata sosialisasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Selasa (14/10).

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan bertujuan mengedukasi generasi muda serta seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga sebagai fondasi vital untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Ade Rizki Pratama menegaskan bahwa pembangunan kualitas SDM harus diintegrasikan melalui kebijakan perencanaan keluarga.

Ia menyebut Program Bangga Kencana sebagai investasi jangka panjang yang sinergis dengan program prioritas nasional.

“Program Bangga Kencana ini sangat vital, karena perencanaan keluarga memastikan setiap anak lahir dalam kondisi terbaik,” sebutnya.

Politisi muda ini juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang kini memperkuat program tersebut.

“Hal ini kini diperkuat dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia. Jika keluarga terencana, dan gizinya terjamin oleh negara, maka kita akan benar- benar siap mencetak generasi yang berkualitas dan kompetitif,” teganya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Tanjung Mutiara. Camat Tanjung Mutiara menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap program strategis ini.

“Program ini sangat strategis dan tepat sasaran. Keluarga terencana adalah landasan kemajuan nagari kita,” ujar Camat.

Sementara itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat menjelaskan bahwa program Bangga Kencana memiliki cakupan luas yang mencakup seluruh siklus hidup manusia, dari remaja hingga lansia.

“Fokus program yang dicetus oleh BKKBN tidak hanya pada Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dan remaja, tetapi juga penguatan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

BKKBN mendorong program GATI (Gerakan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga) untuk memberdayakan ekonomi keluarga, sekaligus mendukung Sekolah Lansia guna memastikan penduduk lanjut usia tetap produktif, sehat, dan berdaya guna.

“Tujuannya adalah membangun ketahanan keluarga yang utuh di semua tahapan usia,”ujar Perwakilan BKKBN.

Disaat yang sama, BKKBN Republik Indonesia Periode kritis terjadinya stunting adalah selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Dampak stunting tidak hanya pada fisik (perawakan pendek), tetapi juga mengganggu perkembangan otak, kecerdasan, dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif di masa dewasa.

BKKBN menegaskan, pencegahan stunting erat kaitannya dengan perencanaan keluarga yang baik, pola asuh yang benar, perbaikan sanitasi, dan pemenuhan gizi yang cukup sejak masa kehamilan.

(TAUFIQ)

0Shares
Ade Rizki Pratama Gelar Aksi Nyata Kencana di Agam, Perencanaan Keluarga Jadi Fondasi Indonesia Emas 2025
To Top