Lubukbasung,kaba12 — Total korban kasus keracunan makanan produk olahan dapur SPPG Kampuang Tangah, Lubukbasung sejak Kamis, (2/10) pekan lalu, mencapai 120 orang. Seluruh korban, yang mendapat perawatan intensif di 4 fasilitas kesehatan di Kecamatan Lubukbasung, baik di Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubukbasung,RSIA Rizky Bunda dan Puskesmas Lubukbasung, seluruhnya sudah dinyatakan pulih dan sudah kembali ke rumah masing-masing.
Secara khusus, kondisi pasca keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) pertama di Sumatera Barat itu, sudah sepenuhnya normal, bahkan sejak Senin kemarin, tidak ada laporan kasus baru, baik yang dilaporkan warga, maupun hasil tracking Satgas MBG Kabupaten Agam.

Bahkan, karena kondisi sudah relative normal, Bupati Agam juga sudah mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan yang membuat geger masyarakat Sumatera Barat tersebut. Sementara proses penanganan terkait kasus keracunan tersebut, masih berlanjut, khususnya proses evaluasi dan perbaikan mutu pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo itu.
Seperti dijelaskan dr.H.Hendri Rusdian,M,Kes, Kepala Dinas Kesehatan Agam, yang menyebutkan, data terakhir pasien terdampak keracunan makanan jenis nasi goreng produk olahan dapur SPPD Kampuang Tangah Lubukbasung yang mencapai 120 orang, seluruhnya sudah dinyatakan pulih dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

Seluruh korban terdampak, hingga kini masih terus dipantau secara medis, dan masyarakat terutama keluarga korban diminta untuk segera menginformasikan jika ada hal-hal yang terjadi pasca pemulihan kondisi setelah mendapat perawatan di berbagai fasilitas medis tersebut.
Ditambahkan dr.Hendri Rusdian, Bupati Agam juga sudah mencabut status KLB Keracunan Makanan di Lubukbasung sesuai dengan ketentuan yang ada, karena tidak ada lagi perkembangan dan pergerakan penambahan jumlah pasien dan seluruh korban yang terdampak keracunan yang mendapat penanganan medis, baik di Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubukbasung, RSIA Rizky Bunda, maupun di Puskesmas Lubukbasung sudah pulih dan sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Status KLB sudah dicabut, dan saat ini, tengah dilakukan evaluasi dan langkah-langkah pembenahan terkait dengan program MBG di wilayah Agam, sesuai dengan rekomendasi dari pemerintah daerah,termasuk kajian hasil labor sampel makanan yang memicu keracunan, “jelas Kadinas Kesehatan Agam itu lagi.
H.Hendri Rusdian berharap, tidak ada lagi kasus serupa di Kabupaten Agam dan berharap, kejadian di Lubukbasung bisa menjadi catatan penting dalam upaya perbaikan dan pembenahan program strategis nasional terebut kedepan.
(HARMEN)