Kaba Agam

Miris, SMPN 7 Lubukbasung Tak Bisa Direhab Terkendala Status Lahan

Lubukbasung, KABA12 — Kondisi SMPN 7 Lubukbasung, Kabupaten Agam makin memprihatinkan.

Persoalan status lahan yang belum jelas menjadi kendala dalam proses rehabilitasi gedung sekolah tersebut.

Kepala SMPN 7 Lubukbasung, Ermawati, mengungkapkan bahwa permasalahan ini terjadi akibat status lahan sekolah yang hingga kini belum jelas penyelesaiannya.

“Kondisi ini sudah berlangsung sejak lama karena persoalan status lahan yang belum tuntas dari pemilik. Akibatnya kami tidak bisa melakukan rehab maupun pembangunan fisik,” ujarnya kepada wartawan, Senin (29/9).

Akibat keterbatasan tersebut, ia mengaku banyak ruang kelas kini tidak lagi layak digunakan. Seperti kondisi plafon lapuk, atap bocor, hingga lantai yang belum berkeramik. Situasi kian parah karena sekolah tidak memiliki toilet khusus untuk siswa.

“Anak-anak terpaksa menumpang ke toilet guru karena keterbatasan fasilitas,” tambahnya.

Ermawati juga mengungkapkan masalah lain yang dihadapi adalah keamanan ruang belajar. Dimana banyak ruang kelas yang tidak bisa dikunci sehingga peralatan sekolah, termasuk kursi kerap hilang karena dicuri. Satu-satunya ruangan yang bisa dikunci hanyalah ruang guru.

Ia menambahkan keluhan terkait kondisi ini sudah berulang kali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Agam sejak masa kepemimpinan Bupati Aristo Munandar. Namun hingga kini, persoalan status lahan masih belum juga terselesaikan.

“Butuh negosiator yang handal dalam menyelesaikan persoalan status lahan ini agar bisa menjadi milik negara,” katanya.

Meski ditengah keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah siswa SMPN 7 Lubukbasung justru meningkat. Tercatat sebanyak 261 siswa saat ini menempuh pendidikan di sekolah yang berada di Nagari Persiapan Sungai Jariang itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Andrinaldi merespon persoalan yang dihadapi SMPN 7 Lubukbasung.

Ia menyebut sekolah ini memiliki potensi besar sehingga butuh dukungan dari semua pihak.

“Saya melihat anak muridnya cukup banyak dan berprestasi. Bahkan banyak anak-anak disini yang memenangkan berbagai lomba. Jadi sangat sayang kalau sekolah ini tidak kita perhatikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyelesaian persoalan SMPN 7 Lubukbasung membutuhkan kerjasama semua pihak, baik pemerintah daerah, komite, walinagari, hingga masyarakat.

“Jadi, butuh dukungan dari semua pihak untuk memperhatikan sekolah ini demi keamanan dan kenyamanannya,” jelasnya.

(Bryan)

0Shares
Miris, SMPN 7 Lubukbasung Tak Bisa Direhab Terkendala Status Lahan
To Top