Lubukbasung,kaba12 — Dampak rendahnya resapan air tanah di kawasan Timur Kabupaten Agam,memicu kekeringan yang cenderung ekstrem di 3 kecamatan. Sejak Agustus lalu, kekeringan melanda 2 wilayah potensial di daerah ini, masing-masing Kecamatan Ampek Angkek dan Canduang.
Kekeringan yang melanda wilayah Timur Kabupaten Agam itu, selain masih relative rendahnya curah hujan, juga potensi resapan air di tanah di mayoritas wilayah tersebut sangat rendah. Walau beberapa waktu belakangan, hujan turun di kawasan itu, namun hanya bertahan sesaat, sehingga warga untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan konsumsi dan MCK sangat sulit.
Untuk membantu warga, sejak pertengahan Agustus lalu, secara intensif BPBD Agam, dibantu PDAM Agam dan PMI Bukittinggi,mamasok kebutuhan air bersih menggunakan armada tangki-tangki air yang berkeliling di berbagai nagari di 2 wilayah tersebut.

Bahkan, kecamatan Ampek Angkek yang merupakan kawasan terparah terdampak kekeringan, cukup dominan dipasok kebutuhan air bersih menggunakan truk tangki dan pemasangan tendon-tendon cadangan air di berbagai nagari . bahkan rata-rata di tiap nagari pasokan air bersih bisa mencapai antara 35.000-55.000 liter per hari di setiap nagari.
Kondisi itu dibenarkan Kalaksa BPBD Agam Rahmad Lasmono didampongi Kabid.KL BPBD Agam Ichwan Pratama Danda menjawab kaba12.
Dijelaskan Ichwan Pratama Danda, kondisi di dua kecamatan itu, selain masih relative minim curah hujan, juga potensi resapan tanah terhadap air hujan sangat rendah, sehingga air tidak bisa bertahan dalam tahan walau di kawasan itu turun hujan, “ air tidak bertahan dalam tanah, walau hujan sampai 2 jam, namun beberapa saat, air langsung kering, sehingga tidak bisa mengaliri sumur atau sungai kecil, “sebutnya.
Ditambahkan, yang menjadi persoalan serius di dua kecamatan tersebut, terutama sumber air untuk kebutuhan konsumsi dan MCK yang minim, sementara untuk kebutuhan pertanian, dengan curah hujan yang turun saat ini, mulai memadai, “kita sesuai instruksi pimpinan, setiap hari akan memasok kebutuhan air bersih untuk warga di berbagai nagari di 2 kecamatan itu, sampai kondisi normal, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan MCK, “ jelas Ichwan.
Informasi yang diperoleh kaba12, dampak kekeringan air konsumsi dan MCK di dua kecamatan itu sudah terjadi sejak pertengahan bulan Agustus lalu, dan tim PMI, BPBD serta BPBD Agam sudah diinstruksikan untuk memasokan kebutuhan air bersih setiap hari untuk masyarakat di dua kecamatan tersebut.
(HARMEN)

