IV Koto, kaba12 — Banjir besar berpotensi mengancam wilayah Kecamatan Matur dan Palembayan, khususnya di wilayah Matua Hilia, Tigo Balai, Sitingkai Koto Rantang dan Paraman, menyusul tertutupnya hulu sungai Batang Sianok, di Pahambek, Kecamatan IV Koto.
Informasi yang diperoleh kaba12 dari berbagai sumber, hulu sungai Batang Sianok tertutup material longsor berupa kayu dan batu-batu, dampak curah hujan tinggi yang melanda kawasan tersebut sejak Minggu kemarin. Bahkan, debit air dialiran sungai yang baisanya hanya setinggi lutut, saat ini sudah mencapai 1 meter sementara air mengendap di bagian hulu bak danau kecil dengan kedalaman lebih dari 8 meter dengan luas areal lebih dari 250 meter.

Dikuatirkan, jika tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi dini,kawasan hulu bak danau itu, akan meletup dengan tumpahan debit air yang sangat besar, sehingga akan dapat memicu banjir di sepanjang aliran sungai sampai ke wilayah Matur bahkan Palembayan.
Mengantisipasi dampak tersebut, tim Pemkab.Agam, terutama BPBD dan DPUTR Agam , Senin,(16/9) sore langsung meninjau lokasi kejadian, untuk mendeteksi dampak longsor yang terjadi di hulu sungai Batang Sianok di wilayah Jorong Pahambek, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto tersebut.
Menurut Kalaksa BPBD Agam Rahmat Lasmono didampingi Kabid.KL BPBD Agam Ichwan Pratama Danda, menjelaskan, pihaknya bersama unsur terkait terutama DPUTR Agam dan SDABK Sumbar bersama unsur pemerintah nagari dan kecamatan sudah mendatangi lokasi, untuk melihat langsung dampak longsor.

Dijelaskan, akibat curah hujan tinggi sejak Minggu kemarin, berdampak terdampak hulu sungai di kawasan Pahambek, Nagari Koto Panjang, IV Koto, dimana tebing longsor membawa pohon dan tanah menutupi aliran sungai Ngarai Sianok menuju Sitingkai dan Palembayan sehingga aliran air sungai menggenang dengan kedalaman sekitar 8 meter dan panjang sekitar 250 meter, “kondisi ini dikuatirkan akan berdampak jika curah hujan kembali tinggi jika tidak diantisipasi segera, “sebut Ichwan.
Dijelaskan, setelah dilakukan survei ke lokasi, untuk penanganan material akan dilaksanakan Kamis,( 18/9) bersama tim dari PUTR Agam, BKSDA Sumbar, Pemerintah Kecamatan, Nagari, Jorong dan masyarakat setempat, “tim gabungan akan melakukan pembersihan di bagian hulu yang tertutup material longsor tersebut untuk mengantisipasi terjadinya banjir besar kearah hilir, “ulasnya.

Ditambahkan Ichwan Pratama Danda, penyumbatan yang terjadi di hulu sungai Batang Sianok itu, akan segera dilakukan penanganan sesuai dengan kesepakatan bersama yang dilakukan tim di lapangan, dan diharapkan Kamis kondisi rawan itu sudah bisa diatasi.
Walau demikian, pihaknya menghimbau warga yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika curah hujan mengalami peningkatan menjelang proses pembersihan yang akan dilakukan Kamis lusa tersebut.
(HARMEN)