Kaba Bukittinggi

Kuda Fort de Kock Hill Milik Pemko Bukittinggi Mati

Bukittinggi, KABA12 — Kabar duka menyelimuti pecinta pacuan kuda Bukittinggi dan Sumatra Barat. Kuda Fort de Kock Hill, pejantan milik Pemerintah Kota Bukittinggi, dinyatakan mati, Kamis (10/07).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, Hendry, menjelaskan, kuda Fort De Kock Hill, mati sekitar jam 11.30 WIB. Kuda asal Australia ini telah berusia 19 tahun.

“Kami belum bisa memastikan penyebab kematian Fort De Kock yang merupakan kuda satu-satunya aset Pemko dan telah menjadi bibit sejumlah kuda pacu terbaik di Bukitti ggi bahkan Sumatra Barat. Informasi yang disampaikan, dua minggu terakhir, kuda ini memang mengalami gejala demam,” ungkapnya.

Menurut Hendry, Fort De Kock selalu rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dengan dua tahun terakhir mengalami penurunan kekuatan fisik.

“Hasil labor terakhir, HB kuda ini tinggi, terjadi juga pembengkakan di bagian kaki. Bahkan mendapatkan infus sebanyak dua botol. Kematiannya sudah kami laporkan ke Bapak Wali Kota, selanjutnya akan dikubur bersama tim forensik dan labor hewan. Beberapa bagian tubuh akan diambil untuk pemeriksaan,” ujarnya.

Kematian Fort De Kock Hill, menimbulkan kesedihan tersendiri dari mantan Wali Kota Bukittinggi, Djufri yang langsung mendatangi kantor Puskeswan milik dinas pertanian. Kuda ini dibeli sejak 2008 oleh Wali Kota saat itu, Bapak Djufri dengan harga Rp 800 juta.

“Tentu saya berduka dan saya yakini seluruh pecinta kuda pacu di Bukittinggi merasakan hal yang sama. Fort De Kock telah banyak mengharumkan nama Kota Bukittinggi dengan prestasi luar biasa dari keturunannya selama ini,” kata Djufri.

Fort De Kock tercatat memiliki banyak keturunan yang berhasil menjadi juara balap kuda pacu di tingkat Sumatra Barat dan ikut berpartisipasi di kancah nasional.

“Kuda setinggi 170 cm ini bernilai Rp 2,5 miliar jika dikalkulasikan dengan harga saat ini. Saya bersama rekan lain pecandu kuda berduka dengan kematiannya, semoga ada lagi bibit pejantan tangguh kuda pacu dihadirkan di Bukittinggi,” ujar seorang peternak kuda, Oskar Mentoih.

(Ophik)

0Shares
Kuda Fort de Kock Hill Milik Pemko Bukittinggi Mati
To Top