Koto Kaciak, KABA12 — Sebanyak 26 mahasiswa jurusan destinasi pariwisata Politeknik Negeri Padang mengikuti kuliah lapangan di Ekowisata Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (14/6).
Kedatangan puluhan mahasiswa bersama 2 orang dosen itu disambut oleh Walinagari Koto Kaciak Syawaldi, Direktur BUMNag LBM Metrizon, Ketua Pokdarwis Sirantiah Maulana Ihsan, Ketua KUPS Ekowisata Bryan Adam, wali jorong serta para pengelola ekowisata.
Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Ekowisata Tunggua Buto, Nagari Koto Kaciak yang turut dihadiri puluhan mahasiswa KKN UIN SMDD Bukittinggi.
Nagari Koto Kaciak sebagai desa wisata dipilih menjadi tujuan kuliah lapangan karena memiliki destinasi pesona alam pemandangan Danau Maninjau, pertanian, perbukitan, tumbuhan serta berbagai satwa.

Selain itu Desa Wisata Koto Kaciak juga masuk nominasi 300 besar desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2024 yang digelar oleh Kemenparekraf RI.
Dosen Politeknik Negeri Padang, Ranti Komala Dewi menyebut kuliah lapangan ini merupakan kunjungan perdana yang dilakukan oleh mahasiswa program studi destinasi pariwisata, dalam mengisi mata kuliah inovasi pariwisata dan pengembangan produk.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa melakukan presentasi tentang inovasi pariwisata dan pengembangan produk yang ada di Nagari Koto Kaciak. Selain itu mereka juga memberikan saran dan masukan untuk pengembangan destinasi wisata Koto Kaciak kedepan.
“Kuliah lapangan ini perdana dilakukan mahasiswa dengan mengunjungi desa wisata. Pengetahuan yang diperoleh dalam kunjungan ini akan disusun dalam laporan dari hasil pengamatan dan pembelajaran mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, Nagari Koto Kaciak dipilih menjadi tujuan kuliah lapangan karena desa wisata ini mempunyai destinasi wisata dan budaya yang menarik, serta telah terdaftar dalam aplikasi Jadesta Kemenparekraf RI.
“Nagari Koto Kaciak sangat indah karena mempunyai pesona alam pemandangan Danau Maninjau, persawahan, Gunung Singgalang dan Tandikek. Untuk itu, kuliah lapangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk pengembangan ekowisata Koto Kaciak kedepannya,” jelasnya.
Sementara Walinagari Koto Kaciak Syawaldi menyampaikan terimakasih karena sudah memilih Nagari Koto Kaciak sebagai lokasi kuliah lapangan.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Nagari Koto Kaciak kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh rombongan mahasiswa beserta dosen pendamping. Kehadiran ibu dosen dan mahasiswa di nagari kami merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Koto Kaciak merupakan salah satu nagari yang kaya akan potensi wisata alam, budaya, dan kearifan lokal. Disebutkan bahwa nagari ini memiliki banyak destinasi pariwisata diantaranya kolam renang Tunggua Buto, Glamping Ground, Goa Sauang Kambiang, dan Tapian Tanjuang. Untuk budayanya juga mempunyai simuntu, tambua, tansa, silek, hingga lukah gilo.
Pihaknya berharap selama kegiatan kuliah lapangan ini, mahasiswa dapat menggali potensi nagari, memahami tantangan yang dihadapi dalam pengembangan destinasi pariwisata, serta memberikan masukan atau ide-ide inovatif yang dapat kami tindak lanjuti bersama.
“Kami juga berharap kunjungan ini bisa memberikan pengalaman lapangan yang nyata, memperluas wawasan, serta menjadi bekal dalam menempuh dunia kerja di bidang pariwisata ke depan,” jelasnya.
Dalam kegiatan itu, dosen dan mahasiswa berkesempatan mencicipi madu lebah galo-galo secara langsung dari sarangnya. Madu lebah galo-galo jenis Trigona Itama menjadi salah satu produk unggulan Nagari Koto Kaciak yang saat ini dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
Penulis : Bryan