News

Cuaca Tak Menentu di Sumatera Barat, Fenomena Alam atau Krisis Iklim?

Gambar Ilustrasi cuaca ekstrem

Lubukbasung,kaba12 — Salah satu provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Barat, dikenal dengan pengunungan hijau dan pesisir baratnya yang luas, saat ini wilayah Sumatera Barat menghadapi fenomena cuaca yang tidak menentu.

Dalam satu hari, masyarakat hanya merasakan teriknya panas matahari di pagi hari, lalu diguyur hujan deras di sore atau malam harinya, hampir tidak sama sekali turun hujan seharian.

Pergantian cuaca yang tiba – tiba ini menimbulkan dampak pada aktivitas harian, pertanian, hingga potensi bencana. Data dari bmkg.go.id, pola cuaca tidak menentu ini merupakan dampak dari anomaly iklim global. Seperti La Nina dan El Nino, yang mengganggu sistem cuaca normal.

Selain itu, pemanasan global juga ikut memperparah kondisi dengan meningkatkan kadar uap air di atmosfer yang mengakibatkan hujan bisa turun lebih deras meskipun waktunya sikat.

Dengan cuaca ekstrem ini, memberikan dampak di berbagai sektor seperti pertanian yang mengalami kesulitan menentukan musim tanam, hujan deras mengakibatkan tanaman mudah rusak dan risiko gagal panen meningkatkan.

Kemudian, perubahan suhu yang drastic seperti dingin menjadi panas dan begitu sebaliknya, menyebabkan lonjakan penyakit flu dan ISPA terutama pada anak – anak dan lansia.

Pakar lingkungan di Indonesia menilai, cuaca tak menentu ini bukan lagi siklus biasa, melainkan krisis iklim global, ketidakstabilan atmosfer, pola angin, suhu dan curah hujan yang berubah sehingga tidak bisa diabaikan.

Jika hal ini terus berlanjut, cuaca ekstrem akan merugikan seluruh masyarakat dan lingkungan sekitar. Oleh karenanya diperlukan kesadaran bersama, kesiapsiagaan dari pemerintah, dan kepedulian setiap individu agar dampaknya bisa ditekan semaksimal mungkin, seperti pengurangan emisi karbon, penghijauan dan pengelolaan ruang terbuka hijau.(*)

0Shares
Cuaca Tak Menentu di Sumatera Barat, Fenomena Alam atau Krisis Iklim?
To Top