Lubukbasung,kaba12 — Prosesi pengukuhan Communication and Rescue (CORE) simulasi kebencanaan dampak megatrust dan Patahan Sianok yang digelar ORARI Lokal Bukittinggi-Agam di Camp Tapian Ratu Sianok, pekan lalu berjalan sukses.
Pasalnya, peran ORARI semakin memberi warna dalam mendukung kesiapsiagaan berbagai elemen termasuk masyarakat dalam menghadapi potensi kebencanaan yang setiap saat bisa terjadi di wilayah Kabupaten Agam dan Bukittinggi, termasuk potensi megatrust dan gempa Patahan Sianok.


Dihadiri berbagai elemen terkait dalam penanganan dampak bencana, baik tim CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam, bersama seluruh pengurus ORARI local dari kabupaten-kota di Sumbar, BPBD Agam, PMI, KSB, KWSB ( Kelompok Wartawan Siaga Bencana) dan berbagai komunitas lain, menjadikan event yang digelar sebagai kekuatan bersama yang terbangun apik.
Secara khusus Kabid.KL BPBD Agam Ichwan Pratama Danda, yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang digelar bersama para personilnya, mengaku salut dan menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap peran aktif ORARI Lokal Bukittinggi-Agam yang menginisiasi kegiatan itu.

Pasalnya, ulas Ichwan Pratama Danda, seluruh unsur terkait termasuk masyarakat harus selalu mewaspadai berbagai potensi kebencanaan yang setiap saat bisa terjadi, pasalnya tidak hanya wilayah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, tapi juga di seluruh Sumatera Barat, dikenal sebagai kawasan rawan dengan ragam potensi kebencanaan.
Ditambahkan, silamulasi penanganan dampak megatrust dan patahan Sianok yang diusung ORARI Lokal Bukittinggi-Agam, menjadi motivasi tersendiri bagi pihak BPBD Agam bersama elemen yang ada, untuk terus bersama mendorong terbangunnya sikap kesiapsiagaan untuk pengurangani risiko bencana.


“Kami sangat berterimakasih atas peran aktif ORARI Lokal Bukittinggi-Agam yang mengangkat isu gempa megatrust dan potensi gempa patahan Sianok tersebut. Karena hal itu penting sebagai salah satu langkah antisipasi dampak terhadap masyarakat. Ini wujud kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai potensi kemungkinan yang bisa kapan saja terjadi, “sebutnya.
Kabid.KL BPBD Agam yang juga diminta menyampaikan materi dalam kegiatan pengukuhan CORE ORARI Lokal Bukittinggi-Agam itu berharap, dengan intens-nya kegiatan sosialisasi termasuk simulasi, akan mendorong pemahaman warga akan langkah dan tindakan yang akan dilakukan jika bencana gempa terjadi.

“Siapapun tidak ada yang menginginkan musibah dan bencana terjadi, namun kesiapsiagaan dini sangat penting sebagai upaya pengurangan risiko bencana itu , “tegasnya lagi.
Rangkaian kegiatan pengukuhan dan simulasi penanganan dampak gempa megatrust dan patahan Sianok yang melibatkan berbagai unsur itu berjalan sukses. Bahkan, BPBD Agam berencana mendorong berbagai komunitas lain untuk melakukan hal serupa di lokasi lain, dalam upaya sosialisasi dan memberi pemahaman pada masyarakat.
(HARMEN)