Kaba Agam

28 Ekor Sapi Terjangkit PMK di Agam, Peternak Diminta Pro-Aktif

Lubukbasung,kaba12 — Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali resahkan warga khususnya peternak sapi di Kabupaten Agam. Sejak Desember 2024 hingga awal Januari 2025, tercatat sebanyak 28 kasus yang menyerang sapi-sapi milik peternak.

Saat ini, berbagai upaya penanganan tengah dilakukan, termasuk antisipasi yang dilakukan pihak Dinas Pertanian Agam bersama seluruh petugas petenak, terutama dengan sistim bio sekuriti, termasuk sosialisasi optimal pada seluruh peternak untuk pro-aktif melakukan langkah penanganan secara mandiri, karena vaksin penanganan PMK tidak tersedia.

Kondisi itu dibenarkan Ir.Arief Restu,MSi, Kepala Dinas Pertanian Agam, yang menyebut salah satu penyebab pemicu kembali munculnya kasus PMK dampak kelembaban udara tinggi akibat kondisi cuaca yang memicu peningkatan aktivitas virus dan bakteri, “virus dan bakteri yang sebelumnya dorman kembali aktif karena kelembaban udara yang meningkat, “jelasnya.

Dijelaskan, ada 4 penyebab utama penularan PMK, yang pertama kontak langsung dari hewan sakit ke hewan sehat. Kemudian penularan dari manusia melalui virus yang ikut menempel pada atribut peternak, seperti baju, sepatu, alat kandang dan lain -lain.

Ditambahkan,virus PMK juga bisa menyebar melalui produk hewan seperti pakan sisa dan dapat menyebar melalui udara, “potensi penyebab penularan ini, menjadi hal penting yang harus menjadi perhatian serius para peternak, “harap Arief Restu lagi.

Disisi lain, mengutip amcnews.com, menurut drh. Sri Hilmayeni, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Agam, diperlukan biosekuriti dalam upaya pencegahan penyebaran PMK yang harus ditaati baik itu oleh petugas maupun peternak.

“Ternak yang terjangkit PMK harus segera di isolasi atau dipindahkan jauh dari lokasi kandang ternak lainnya,” jelasnya.

Selanjutnya, peternak juga harus memastikan sanitasi lingkungan sekitar kandang yang harus terjaga kebersihannya dan melakukan desinfeksi atau penyemprotan menggunakan desinfektan terhadap barang yang dapat menjadi media penyebaran PMK.

Disisi lain, Hilmayeni menyebut, saat ini, vaksin PMK tidak tersedia di unit-unit pelayanan Puskeswan, sehingga peternak harus bisa mencegah dan melakukan pengobatan secara mandiri dengan didampingi oleh petugas.

Untuk hewan ternak yang telah terserang PMK, peternak harus menjaga ternak tersebut tetap bisa makan, agar kondisi tetap kuat,terutama dengan melakukan semprotan halus (spraying) ke hidung dan mulut sapi dengan campuran 2 liter air hangat, 7 buah jeruk nipis dan 20 gram citrus powder ( bubuk sari jeruk).

“Lakukan spraying 5 kali sehari dengan interval yang sama, tambahkan vitamin penurun stress (anti stress) dan penambah nafsu makan.Tetap diberikan pakan yang cukup dan berkualitas agar kondisi ternak terjaga,” ulas Kabid.Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Agam itu lagi.

Ditegaskan,kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan, terutama proaktif dan kesadaran peternak, akan mampu menekan angka penularan PMK di Kabupaten Agam.

(HARMEN)

0Shares
To Top