Lubukbasung, kaba12 — Terdampak konflik di Beirut, Lebanon, 3 warga asal Baso, Kabupaten Agam dipulangkan ke Indonesia, setelah proses evakuasi terhadap WNI yang berpotensi terdampak kiris yang terjadi di negara tersebut.
Dijadwalkan, Selasa, (15/10) menggunakan pesawat pagi dari Jakarta, 3 warga asal Tampuak Cubadak, Jorong Koto Gadang,Nagari Koto Tinggi,kecamatan Baso, masing-masing Rina Mardiani, (33) bersama dua anaknya Mohammad Mohalhel, (6) dan Ahmad Mohalhel, (4) akan dijemput secara khusus oleh Pemkab. Agam ke Bandara Internasional Minangkabau oleh pj. Bupati Agam Endrizal didampingi Kepala Badan Kesbangpol Agam Bambang Warsito didampingi Camat Baso Imran Pangaduan dan Walinagari Koto Tinggi Baso.
Penyambutan oleh Pemkab. Agam itu,seperti dijelaskan oleh Bambang Warsito,kepala Badan Kesbangpol. Agam, dilakukan setelah sebelumnya 3 WNI asal Baso, Agam itu berhasil dievakuasi oleh pemerintah Indonesia akibat krisis yang terjadi antara Israel dan Lebanon beberapa waktu lalu, dan sampai di Jakarta dua hari lalu.

Penyambutan itu dilakukan, ulas Bambang Warsito setelah sebelumnya Kemenlu bersama unsur terkait melakukan penyerahan warga Agam tersebut kepada Pemprov. Sumbar di Jakarta, dan akan dilanjutkan dengan penyerahan pada pemerintah kabupaten Agam di BIM, ” InsyaAllah pjs. Bupati Agam akan langsung menerima 3 warga yang dipulangkan dari Lebanon itu, ” ulasnya.

Direncanakan, usai penerimaan 3 warga tersebut akan langsung diantar ke kediamannya di Tampuak Cubadak, Jorong Koto Gadang, Nagari Koto Tinggi Baso oleh camat dan walinagari, ” direncanakan orangtua warga yang dievakuasi dari Lebanon akibat konplik tersebut akan ikut menyambut kedatangan anak dan cucunya tersebut, ” ulas Bambang Warsito lagi.

Informasi yang diperoleh kaba12, evakuasi 3 warga Indonesia yang sudah cukup lama tinggal di Beirut, Lebanon itu dilakukan pemerintah Indonesia karena konflik yang semakin memanas di negara itu, sehingga seluruh warga Indonesia dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Sementara pemulangan Rina Mardiani yang bersuamikan warga Libanon bersama 2 anaknya tersebut merupakan pemulangan tahap V oleh pemerintah Indonesia.
(HARMEN)