Lubukbasung,kaba12 — Dampak bencana dahsyat banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang terjadi Sabtu, (11/5) pekan lalu memicu dampak luar biasa bagi masyarakat, termasuk di Kabupaten Agam. Pasalnya, akibat bencana tersebut, sebanyak 23 orang warga meninggal dunia, 1 orang hilang, 28 unit rumah hanyut, 530 rumah rusak, 12 jembatan rusak, 23 saluran irigasi hancur serta 323,65 areal pertanian rusak parah dan beragam dampak lain.
Hingga saat ini, Pemkab.Agam bersama unsur terkait masih melakukan serangkaian pembahasan terkait dengan total kerugian yang dialami daerah itu, akibat hantaman banjir bandang yang meluluhlantakan 5 kecamatan yang berada di kawasan Gunung Marapi tersebut.
Hal itu disebutkan Rahman,S,Ip, Asisten I Sekab.Agam, Budi Perwira Negara, Kalak BPBD Agam dan Khasman Zaini, Kabag.Pro-KP Sekab.Agam, menyusul update terkini dampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang terjadi, menjawab Kaba12 secara terpisah.

Dijelaskan, tim gabungan penanganan dampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang saat ini masih terus melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan, terutama pembersihan sarana prasarana vital, baik jalan, pembangunan jembatan darurat ( balley), penanganan pengungsi dan proses pemulihan lainnya, termasuk kondisi psikologis warga terdampak.
Disebutkan, saat ini potensi banjir bandang susulan masih terus membayangi warga di kawasan kaki Gunung Marapi tersebut, apalagi curah hujan meningkat, sehingga proses penanganan dan pemulihan di lapangan terkendala, “ saat ini, warga selalu dihimbau untuk waspada dan menjauhi bantaran sungai jika curah hujan tinggi, “ sebut Rahman.

Terkait jumlah kerugian material yang dialami kabupaten Agam menyusul musibah yang terjadi, ulas Rahman, masih dalam kajian oleh tim tekhnis oleh OPD terkait Pemkab.Agam, namun diyakini hal itu akan segera diinformasikan pada publik, setelah seluruh data yang dibutuhkan lengkap, “ kita sudah merampungkan data jumlah korban, sarana terdampak dan data pendukung lainnya, “jelasnya. ( lihat tabel).

Sementara informasi yang diperoleh Kaba12, saat ini tim gabungan penanganan dampak bencana Kabupaten Agam juga tengah mempersiapkan perangkat pendukung menyangbut kedatangan Presiden Joko Widodo yang dijadualkan akan meninjau langsung korban terdampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi, Selasa,(21/5) besok bersama Forkopimda Sumbar, Kodam I Bukit Barisan dan unsur lain.
(HARMEN)