Oleh : Vania Dymarsya Ramadhani
Data dari Datareportal.com (2023), jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 167.0 juta orang pada Januari tahun 2023. Jumlah pengguna aktif tersebut bahkan setara dengan 60.4% dari 276.4 juta masyarakat yang berada di negara Indonesia.
Datareportal.com (2023), menampilkan juga informasi mengenai jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia terdiri atas 46.8% pengguna berjenis kelamin wanita dan 53.2% pengguna berjenis kelamin pria. Rata-rata waktu yang digunakan oleh pengguna aktif media sosial tersebut mencapai 3 jam 18 menit setiap hari. Dimana sebagian besar berasal dari populasi kalangan Gen Z yakni mereka yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012 yang mayoritas populasinya semakin besar di Indonesia.

Tentu menjadi pertanyaan Mengapa Gen Z begitu lekat dengan media sosial?” Karena Gen Z adalah generasi yang dekat dengan dunia teknologi dan gadget. Sehingga mereka terbiasa dengan kehidupan di jejaring sosial dan memperbarui aktivitas mereka di platform akun dunia maya masing-masing.
Selain meng-update aktivitasnya, Generasi Z juga rutin berkomunikasi dengan teman sebayanya, baik itu generasinya maupun yang lain. Aplikasi yang biasa digunakan adalah Facebook, Twitter, Line, WhatsApp, Telegram, Instagram dan TikTok yang sedang viral belakangan ini. Mereka bisa melakukan apa saja dengan teknologi ini di dunia maya. Bahkan, mereplikasi gaya hidup para seleb medsos dan tokoh-tokoh publik lainnya yang dijadikan rolemodels dalam keseharian mereka.
Kemudian apa saja dampak media sosial terhadap Gen Z?”
Karena kita tidak bisa mengabaikan dampak yang akan terjadi jika generasi ini terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di media sosial meski tidak kita pungkiri juga ada dampak positifnya yang dapat diuraikan dalam tiga hal yakni menperbanyak koneksi, menjadi wadah dan tempat untuk eksistensi diri dan mudah mendapatkan informasi yang valid dengan cepat.

Maksud dari memperbanyak koneksi adalah para Gen Z ini bisa berkomunikasi dengan kalangan manapun dan dapat memperluas jaringan dan koneksi mereka untuk bisa digunakan dalam mempermudah setiap urusan kegiatan dan pekerjaannya.
Kemudian dari tempat untuk eksistensi diri dimana media sosial bisa meberikn motivasi dan kepercayaan diri merek untuk dapat tampil dan mengekspresikan diri mereka sesuai bakat dan kemampuan yang dimiliki, karena itu banyak anak muda zaman sekarang bisa memonetisasi akun media sosial mereka. Meskipun itu tidak mudah dan butuh keseriusan serta kerja keras untuk mencapai kesuksesan seperti memjadi influencer di berbagai platform media sosial.
Terakhir, mudahnya mendapatkan informasi yang valid dan cepat dan akurat. Tentunya dengan mencari melalui situs-situs resmi yang tervalidasi, ditengah maraknya penyebaran informasi dan berita hoax, Gene Z juga bisa menjadi bagian dari gerakan anti hoax.
Sedangkan dampak negatif dari media sosial dikalangan Gen Z antara lain mudahnya terkontaminasi yang berakibat kepada kecanduan game-game baik offline maupun online yang juga akan memberikan efek pada kepribadian mereka bahkan bisa menjerumuskan para Gen Z dan dalam tindakan cybercrime. Sehingga mereka tetap membutuhkan pengawasan orang tua, bersosialisasi dengan masyarakat dan mendapatkan sosialisasi tentang bahaya kecanduan media sosial dari pemerintah dan instansi terkait lainnya
Kedua mudah terpengaruh dari konten dan postingan serta literasi digital, apalagi para Gen Z kita tidak bisa memilih konten yang baik dan layak untuk mereka lihat di media sosial, karena konten yang baik dan buruk akan sangat mudah mempengaruhi karakter para Gen Z yang masih mencari jati diri dan eksistensi dirii seperti apatis terhadap lingkungan, tidak mau bersosialiasi, mudah berkata kasar yang jauh dari adat ketimuran.
Dan terakhir bisa menjadi pelaku dan korban kriminal dari media sosial. Banyaknya kriminalitas digital melalui media sosial yang pelaku dan korbannya banyak menyasar para Gen Z. Seperti akun-akun palsu dengan modus seksulitas, pertemanan lawan jenis yang berujung pemerasan bahkan pembunuhan, penipuan dengan modus jual beli online dan lainnya.
Media sosial sebagaimana uraian diatas bisa berdampak secara positif maupun negatif bagi Gen Z, maka ksimpulannya adalah Gen Z adalah harus bisa menjadi generasi yang memiliki penting di negara Ini, mereka harus mampu menjadi pionir dalam menangkal dampak negatif media sosial dengan melakukan pemilhan terhadap komunikasi, kegiatan serta literasi yang valid agar mereka bisa menjadi bagian dari generasi yang mampu mendorong percepatan perkembangan teknologi dan digitalisasi sehingga mampu memberikan konstribusi untuk kemajuan generasi dan bangsa kedepan.-(*)
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas ( Unand ) Padang
NIM : 2310863002