Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program CHSE yang berasal dari Kemenparekraf. Monev dilaksanakan Monev sejak Senin (22/12) hingga 31 Desember mendatang.
Sekretaris Disparpora, Nenta Oktavia, didampingi Kabid pemuda dan olahraga, Wajidi, menjelaskan, monev menjadi salah satu tanggung jawab Disparpora sebagai perpanjangan tangan dari Kemenparekraf, yang telah membantu hotel dan restauran di Bukittinggi, sebagai perhatian pemerintah akan pelaku pariwisata yang terkena dampak covid-19. Bantuan itu berupa hibah tunai yang totalnya sebesar Rp 4,4 milyar untuk 41 hotel dan 5 restauran serta rumah makan.
“Hibah diberikan dari Kemenparekraf sebesar Rp 6,3 milyar. 70 persen dari dana itu kita bagikan, sementara, 30 persennya dimanfaatkan oleh pemda untuk program CHSE. Setelah bantuan itu kita distribusikan, untuk realisasinya kita lakukan monitoring dan evaluasi,” jelasnya.
Tim monev sebanyak 27 orang, dibagi dalam 3 tim. Tim gabungan itu, terdiri dari Disparpora, Satpol PP, Badan Keuangan, BPBD, Kepolisian, TNI dan Subdenpom. Tim melakukan monev terhadap pedoman penerapan CHSE (clean, health, safety and environtment sustainability).
“Kita memonitoring distribusi barang yang dibantu, dimanfaatkan atau tidak. Program CHSE yang disosialisasikan apakah ada diterapkan atau tidak. Sejauh ini, Alhamdulillah ini berjalan baik dan pelaku jasa pariwisata menerapkannya dengan baik,” ungkapnya.
Bantuan hibah pariwisata 2020, menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pelaku pariwisata, khususnya hotel, restaurant dan rumah makan, yang ikut terdampak pandemi covid-19.
Untuk Indonesia, hanya 101 kabupaten kota yang mendapat bantuan ini. Dari 101 kabupaten kota itu se Indonesia itu, hanya 2 daerah di Sumbar, yaitu Padang dan Bukittinggi. Khusus Bukittinggi, diberikan bantuan untuk 41 hotel dan 5 restauran serta rumah makan.
(Ophik)