Kaba Pemko Bukittinggi

99 Kuda Berpacu di Wisata Derby Bukittinggi Agam 2025, Perebutkan Hadiah Rp450 Juta

Posted on

Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Pemerintah Kabupaten Agam gelar Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi Agam 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gelanggang Bukit Ambacang, Bukittinggi- Agam, Minggu, (11/05).

Ketua Panitia Pelaksana, Fauzan Haviz, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam merupakan wujud nyata sinergi antar daerah dalam memajukan sektor pariwisata dan melestarikan budaya. Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi Agam 2025 ini menampilkan 99 ekor kuda yang berlaga dalam 19 race, memperebutkan total hadiah sebesar Rp450 juta.

“Kita berterima kasih kepada Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam yang telah mendukung penuh acara ini. Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi Agam 2025 diikuti sebanyak 99 ekor kuda yang berlaga memperebutkan total hadiah Rp450 juta,” ungkap Fauzan.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini yang dinilai mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus melestarikan budaya pacuan kuda yang telah mengakar kuat di Sumatera Barat.

Menurut Ramlan, pacuan kuda merupakan salah satu realisasi dari program unggulan Bukittinggi Gemilang, yang menargetkan penyelenggaraan 1.001 event selama lima tahun ke depan.

“Kita akan terus menggelar event berskala regional, nasional, bahkan internasional di Bukittinggi, terutama pesta rakyat seperti pacuan kuda. Ini bukan sekadar olahraga, tapi juga bagian dari identitas budaya. Dengan kegiatan seperti ini, kita berharap wisatawan semakin tertarik datang ke Bukittinggi dan Agam,” ujarnya.

Bupati Agam, Beni Warlis, menyampaikan, pacu kuda di Bukik Ambacang merupakan cerminan sinergi dua wilayah yang memiliki akar budaya serupa. Ia menggarisbawahi keberlangsungan event ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat setempat.

“Berada di lapangan ini adalah wujud kebersamaan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Dari dulu sampai sekarang, di lapangan ini eksis, budaya pacu kuda adalah alek nagari Luhak Agam yang diselenggarakan di Bukittinggi dan Kabupaten Agam,” ujarnya.

(Ophik)

Populer

Exit mobile version