Malang, KABA12.com — Iwan (28), sopir truk tronton bernopol N 9865 UA ditetapkan sebagai tersangka terkait tragedy kecelakaan beruntun yang menyebabkan 4 orang tewas, Jumat (25/08). Hal tersebut dijelaskan oleh Kasatlantas Polres Malang AKP M Purbandono Bobby.
“Pasal yang dikenakan Undang-Undang 22/2009 Pasal 310(4), untuk sopir sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan,” katanya, seperti dikutip detik.com, sabtu (26/08).
Selain itu, Bobby juga menjelaskan, kecelakaan tersebut berawal pada saat truk crane tronton nopol N 9065 UA yang dikemudikan Iwan melaju dari arah barat (Batu) menuju timur (Surabaya) dengan kecepatan sedang. Setibanya di TKP depan Ruko Kertanegara Karangploso, Kabupaten Malang, diduga pedal gas mengalami lengket sehingga sopir tidak mampu menguasai kendaraan, atau tidak direm alias blong.
Pada saat bersamaan, searah di depan truk tersebut juga melaju MPU (mikrolet) N 1804 UG yang dikemudikan oleh Suprapto. Dikarenakan jarak yang sudah dekat, pengemudi truk crane tidak dapat menguasai laju kendaraannya sehingga menabraknya dari belakang.
Selanjutnya truk juga menabrak Isuzu Panther yang dikemudikan oleh Supai yang melaju dari arah berlawanan, kemudian menabrak 10 sepeda motor yang melintas di lokasi kecelakaan, akibatnya dua orang meninggal di lokasi kejadian dan dua korban lagi tewas saat menjalani tindakan medis di RS Prasetya Husada, Karangploso.
11 korban lainnya mengalami luka ringan, serta satu korban mengalami luka berat. Empat korban meninggal adalah, Winarti (35), Warsiti (50), Kuswanto (30), ketiganya beralamat di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, serta Sujadmiko (35), alamat Jalan Sumpil II/30 A Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Sedangkan, korban luka berat adalah Agus Supriyanto (40), juga warga Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Dinas Perhubungan Jawa Timur datang dan mengidentifikasi truk nahas yang diparkir seberang Ruko Kertanegara, lokasi kecelakaan terjadi.
Saat ini, unit Laka Lantas sendiri telah menggelar olah TKP dan membuat sketsa titik-titik kecelakaan di badan jalan. Sisa-sisa kecelakaan masih bisa dilihat di lokasi kejadian, termasuk rumah salah satu warga yang dihantam truk terakhir kalinya hingga berhenti.
(Dany)
