Kaba Agam

300 Hektar Lahan Pertanian di Koto Kaciak Rusak Akibat Banjir Bandang

Koto Kaciak, KABA12 — Sebanyak 300 hektar lahan pertanian di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam dilaporkan rusak akibat bencana banjir bandang/galodo yang melanda nagari itu sejak Senin (24/11) kemarin.

Sekretaris Nagari Koto Kaciak, Yandri Pratama menyebut, hujan deras yang melanda Koto Kaciak sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan merendam ratusan hektar lahan pertanian dan pemukiman warga.

“Banjir bandang menyebabkan 300 hektar lahan pertanian di Nagari Koto Kaciak rusak berat akibat tertimbun material lumpur dan batu. Kerusakan ini sudah kami laporkan ke Pemkab Agam untuk ditindaklanjuti,” ujarnya kepada KABA12, Jum’at (28/11).

Selain merusak lahan pertanian, banjir bandang juga menyebabkan berbagai fasilitas terdampak seperti jalan, jembatan, sekolah, tambak ikan, saluran irigasi, jaringan air bersih, serta rumah warga. Sementara total kerugian ditaksir mencapai Rp 3 miliar.

“Kerugian diperkirakan mencapai Rp 3 miliar karena banyak fasilitas umum, pertanian, dan rumah warga yang rusak,” katanya.

Bencana yang berlangsung dari Senin (24/11) hingga Kamis (27/11) itu memaksa warga untuk mengungsi di tempat yang aman. Tercatat 580 jiwa mengungsi di beberapa lokasi seperti Masjid Nurul Huda Pasar Rabaa, Masjid Al Karim Koto Kaciak, Lantai 2 Balairung Kantor Walinagari, serta rumah keluarga mereka.

Hingga saat ini, pemerintah nagari dan relawan masih melakukan pendataan lanjutan serta upaya penanganan darurat. Selain itu, BPBD Agam sudah mendirikan dapur umum di kantor walinagari yang menyalurkan ratusan bungkus nasi setiap hari kepada warga yang terdampak bencana.

“Ratusan bungkus nasi dibagikan kepada korban bencana di Jorong Koto Kaciak, Jorong Ateh, Jorong Balai Belo, Jorong Pasar Rabaa, dan Jorong Kubu Ujuang Pandan,” jelasnya.

(Bryan)

0Shares
300 Hektar Lahan Pertanian di Koto Kaciak Rusak Akibat Banjir Bandang
To Top