Maninjau,kaba12 — Pengerjaan pembangunan jembatan ARMCO yang dikerjakan para personil TNI yang dimulai Senin, (29/12) pagi hingga menjelang dini hari Selasa, (30/12) masih belum maksimal, karena terkendala minimnya penerangan dan dukungan sarana serta material dari pemerintah kabupaten Agam.
Dukungan peralatan dan lambannya dorongan material terutama semen, besi dan perangkat lain yang mestinya diback-up oleh unsur terkait di Pemkab.Agam, membuat pengerjaan jembatan darurat yang menghubungkan wilayah Maninjau-Sungai Batang dan Bayua yang sebelumnya terputus akibat terjangan banjir bandang itu, tidak bisa diburu dengan para personil, karena seluruh perangkat dan peralatan pendukung harus diangkut secara manual .
Apalagi, proses pengerjaan yang dilakukan tak kenal waktu sejak Senin pagi hingga larut malam, tidak didukung dengan penerangan yang memadai, sehingga para personil TNI yang diturunkan, bekerja dengan meraba-raba dalam gelap, hanya menggunakan senter dari ponsel saat membawa material jembatan.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Sungai Rangeh, Bayur, pembangunan jembatan ARMCO yang sudah dilakukan sejak dua hari terakhir, tidak bisa berjalan optimal, karena minimnya dukungan sarana termasuk penerangan, karena pengerjaan harus dilakukan sampai malam hari, karena pengerjaan harus cepat selesai sesuai kondisi darurat, bahkan ditargetkan dalam waktu 10 hari, ketiga jembatan darurat itu sudah harus rampung dan bisa berfungsi.
Kondisi itu, terpantau kaba12, Senin, (29/12) malam, saat para personil TNI yang sejak pagi berjibaku membangun jembatan ARMCO yang akan menjadi urat nadi penghubung kawasan yang terputus akibat hantaman banjir bandang di tiga titik yang dikerjakan sekaligus.

Informasi yang diperoleh kaba12, di tiga lokasi masing-masing di Sungai Rangeh,Bayua, jembatan ARMCO dikerjakan 52 personil masing-masing 2 personil dari Den Zibang Padang dan 50 personil dari Batalyon TP 896/Sarolangun,Jambi, dengan panjang jembatan 15 meter dengan lebar 3 meter.
Kemudian jembatan ARMCO yang dibangun di jorong Bancah, Nagari Maninjau, dikerjakan 52 personil masing-masing 2 personil dari Den Zibang Padang, dan 50 personil dari Batalyon 867/Singgalang dengan panjang jembatan 27 meter dengan lebar 4 meter.
Kondisi itu, diamini Ofrizon, Kadinas PU Agam saat dikonfirmasi kaba12, Senin, (29/12) malam, terkait dengan dukungan material dan sarana lain untuk membantu percepatan pembangunan jembatan darurat tersebut.

Ofrizon mengamini, apa yang dipertanyakan kaba12, menjadi catatan pihaknya untuk segera ditindaklanjuti, agar proses pengerjaan jembatan ARMCO yang dijadualkan rampung dalam waktu 10 hari itu bisa terealisasi, apalagi saat ini, personil TNI yang diterjunkan sudah bekerja siang-malam.
(HARMEN)