Kaba Terkini

26 Tahun Ibukota Agam Dimata Pelaku Sejarah

Lubukbasung, kaba12.com — Dalam usia 26 tahun ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung, sejak kepindahan pusat pemerintahan dari Bukittingi tanggal 19 Juli 1993 sampai 19 JUli 2019, sosok Lubukbasung jauh berubah.

Bahkan para pelaku sejarah yang berperan langsung dalam proses perpindahan ibukota kabupaten Agam ke Lubukbasung hanya tinggal “beberapa” orang saja, karena dari 18 tokoh yang berperan langsung, sesuai data yang diperoleh hanya 4 orang yang masih hidup, yakni H.Sartuni Nutir, H.Syamsuar Dt.Batu Basa, Hj.Erma Salim dan Hj.Zalidar.

Para pelaku sejarah itu, bahkan mengaku tercengang melihat kemajuan pusat pemerintahan kabupaten Agam di Padang Baru, Lubukbasung yang menurut mereka sangat cepat kemajuan dan dahsyat perkembangan.

Tiga pelaku sejarah yang ditemui kaba12.com, masing-masing H.Syamsuar Dt.Batu Basa, Hj.Erma Salim dan Hj.Zalidar, saat mengikuti upacara peringatan HUT ke-26 ibukota kabupaten Agam ke Lubukbasung mengaku tercengang dengan kemajuan Padang Baru.

“ Kami bangga dan terharu, “ ungkap H.Syamsuar.

Ketiga pelaku sejarah itu, mengaku masih mengingat rangkaian sejarah keberadaan kota Lubukbasung sebelum kepindahan ibukota kabupaten Agam dari Bukittinggi, upaya yang dilakukan, bahkan perjuangan berat yang harus dilalui untuk menjadikan Lubukbasung sebagai pusat pemerintahan kabupaten Agam itu, “ kami sangat bangga, perjuangan berat dan beragam dinamika bersama para tokoh lainnya, saat ini makin terobati, “ ungkap Hj.Zalidar dengan mata berkaca-kaca menahan haru.

Yang menarik, pada tokoh dan pelaku sejarah kepindahan ibukota kabupaten Agam ke Lubukbasung, justru terlihat sangat akrab dengan pemimpin Agam H.Indracatri yang tak segan memeluk dan membimbing para sesepuh rang Agam yang diundang khusus ke kediamannya untuk makan bajamba tersebut, “ beliau-beliau ini orangtua saya, “ ungkap H.Indracatri tanpa sungkan memeluk ketiga tokoh tersebut.

HARMEN

To Top