Kaba Terkini

Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Tiku, Meri Ditangani Optimal Tim Gabungan

Tiku, kaba12.com — Meri, (5,5 tahun-bukan nama sebenarnya-red), korban dugaan penganiayaan anak yang diduga dilakukan kakeknya berinisial RD, warga Sungai Karambia, Jorong Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara, ditangani khusus oleh tim gabungan Kabupaten Agam.

Tim yang berkolaborasi menangani kasus itu, terutama dari unsur pemerintah kecamatan Tanjung Mutiara, Nagari Tiku Utara, Polsek Tanjung Mutiara, tim P2TP2 Agam Tanjung Mutiara dan walijorong Durian Kapeh, yang saat ini sudah melakukan langkah-langkah penanganan lebih khusus pasca terjadinya penganiayaan terhadap Meri.

Bahkan, tim Dinas Dalduk-KB-PP-PA Kabupaten Agam yang dipimpin Desniwati, Kabid PP-PA Jumat,(14/1) langsung turun ke lokasi penanganan di Durian Kapeh, dan memberi dukungan terhadap upaya penanganan yang akan dilakukan.

Dijelaskan Desniwati, pihak bersama tim gabungan setelah bertemu dan berdikusi dengan Meri, sehingga terbangun keakraban, kemudian membawa Meri untuk menceking kondisi kesehatan-nya, karena korban mengeluhkan ada sakit yang dideritanya di beberapa bagian tubuhnya di puskesmas Tiku.

Dijelaskan Desniwati, usai pemeriksaan kesehatan, pihaknya bersama tim gabungan masih memantau perkembangan psikologis korban, termasuk dukungan pengawasan dari konselor yang didatangkan khusus, yang diharapkan dalam waktu dekat, ada perkembangand an kemajuan terhadap kondisi korban.

“ Kita akan terus memantau dengan melihat hasil assessment dari konselir, termasuk perkembangan psikologis sang anak, dan akan dikomunikasikan dengan dengan keluarga untuk proses tumbuh kembang sang anak, serta dalam perjalanan hidup sang anak selanjutnya, untuk kepentingan terbaik untuk sang anak, “ ungkap Desniwati dengan mimik serius.

Ditambahkan, saat ini untuk sementara Meri, diistirahatkan di “rumah nyaman” di Durian Kapeh, sampai kondisinya pulih, dan akan terus dipantau oleh tim gabungan sampai kondisinya betul-betul pulih, baik secara fisik maupun mental.

Secara khusus, pihaknya berterimakasih atas perhatian dan dukungan masyarakat terhadap kasus tersebut, sehingga bisa segera terungkap, dan pihaknya bisa menindaklanjuti dengan program pembinaan untuk kepentingan hidup sang anak kedepan.

Disisi lain, pihaknya bersama P2TP2A Tanjung Mutiara, juga akan terus berkonsultasi dengan pihak terkait, termasuk para ahli agar penanganan terhadap Meri bisa lebih optimal, termasuk dengan Kak Seto Mulyadi, Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Indonesia.

Sementara, informasi yang diperoleh kaba12.com, pasca terungkap ke permukaan kasus dugaan penganiayaan anak yang dialami Meri (bukan nama sebenarnya) yang diduga dilakukan oleh kakeknya berinisial RD di Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, Tanjung Mutiara, pihak terkait di Tanjung Mutiara langsung bereaksi yang direspon langsung Dalduk-KB-PP-PA Agam.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top