Bukittinggi

Diisukan Mundur Dari Jabatan Wawako, Marfendi Beri Klarifikasi

Bukittinggi, KABA12.com — Beberapa hari terakhir, Bukittinggi dihebohkan dengan isu mundurnya Marfendi dari jabatan Wakil Wali Kota Bukittinggi. Hal ini, terkait mulai diprosesnya Pengganti Antar Waktu (PAW) Alm. Rinaldi, sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat dari fraksi PKS.

Menanggapi rumor itu, sejumlah awak media langsung menemui Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, di ruang kerjanya, Jumat (14/01). Dimana, Marfendi tidak menampik bahwa proses PAW tengah berjalan dan hal itu sepenuhnya menjadi urusan internal DPW PKS.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, menjelaskan, untuk PKS, struktur sangat menentukan. Apapun keputusan yang dibuat oleh struktur, itulah yang akan dan harus diikuti anggota.

“Kita sudah terbiasa seperti itu,” ujarnya.

Terkait PAW Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Marfendi, menyampaikan, hal tersebut merupakan keputusan DPW, bukan analisa di tingkat DPD.

“DPW tentu lebih lebih integral. Pertama, kalau untuk mengangkatkan jelas ya, suara nomor 3 itu Marfendi. Jadi yang menggantikan Pak Rinaldi itu Marfendi. Tapi tentu pertimbangannya apa? Pertimbangan pertama kalau seandainya nanti Marfendi yang diaangkatkan ke provinsi, bagaimana wakil walikota?” jelasnya.

PKS sendiri, menurut Wawako, sudah berpengalaman di dua tempat. Pertama, di Jakarta, PKS merasa “dikacangin”. Kedua, di Kota Padang, sampai sekarang belum ada kejelasannya.

“Nah kalau seandainya saya kemudian ke provinsi, tentu yang jadi masalahnya adalah nanti, apakah di Bukittinggi ini konsisten nggak nanti yang mewakili itu juga dari PKS? Atau mungkin seperti Jakarta atau mungkin Padang sampai saat ini itu menjadi pertimbangan penting bagi apa pagi kawan-kawan di DPW tentunya,” tegas Marfendi.

Jika, keputusan DPW bukan Marfendi sebagai PAW Alm. Rinaldi, berarti ada kemungkinan pilihan jatuh pada sosok Asra Faber. Dimana, Asra Faber memiliki jumlah suara nomor empat di PKS pada Pileg 2019 lalu.

“Namun, untuk Pak Asra Faber juga perlu diklarifikasi, keterlibatan beliau di partai lain. Kemudian, secara personal beliau, pada Pilkada Sumbar, beliau tidak mendukung Mahyeldi, untuk Bukittinggi tidak mendukung Erman Safar dan di Agam tidak mendukung Farhan. Tapi jika dukungan itu hanya personal dan tidak terdaftar sebagai tim pemenangan, juga tidak masalah. PKS prinsipnya, bagaimana keselamatan calon dan masyarakat pendukung Pak Asra Faber, karena beliau memiliki suara sampai tujuh ribuan. Bagi PKS, siapapun yang akan menggantikan itu, tetap orang yang mau mengerti tentang perjuangan, bahwa kita harus menjadi pelayan masyarakat mungkin itu yang yang sangat penting sekali,” jelasnya.

Diinformasikan, Alm. Rinaldi merupakan Anggota DPRD Sumbar periode 2019-2024, yang meninggal dunia akibat kecelakaan pada November 2021 lalu. Alm. Rinaldi, pada pileg 2019 lalu, untuk dapil Sumbar 3 khusus PKS, meraih suara terbanyak dengan 10.488 suara. Kursi kedua diraih Rafdinal, dengan 10.388 suara.

Karena meninggal dunia, tentu ada satu kursi PKS yang kosong dan harus diisi oleh PAW. Posisi itu, tidak tertutup kemungkinan diisi oleh caleg yang mendapat suara ketiga ataupun keempat. Posisi suara tertinggi di PKS dapil Sumbar 3 itu, diraih Marfendi (saat ini Wawako Bukittinggi) dengan 8.486 suara. Sedangkan Asra Faber di posisi keempat dengan 6.538 suara.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top