Kaba Terkini

Mengadu ke Gubernur, Dampak Tidak Ada Ventilator 30 Pasien Covid-19 Meninggal 4 Dalam Kondisi Berat

Lubukbasung, kaba12.com — Dampak tidak adanya perangkat ventilator yang memadai di ruang perawatan isolasi covid-19 RSUD Lubukbasung menyebabkan 30 pasien yang terpapar virus corona tidak sempat tertolong. Ventilator mendapat kebutuhan urgent bagi rumah sakit yang menangani kasus covid-19 yang beberapa waktu belakangan jumlah meningkat.

Untuk penanganan kasus berat, pihak rumah kerap merujuk pasien untuk mendapatkan perawatan yang lebih optimal ke beberapa rumah sakit di luar daerah, namun kerap penuh, sehingga banyak pasien yang tak terselamatkan.

Bahkan minimnya fasilitas perawatan dalam penanganan pasien covid-19, menjadi keluhan yang disampaikan langsung direktur RSUD Lubukbasung Syahrizal Antoni kepada gubernur Sumbar H.Mahyeldi Ansharullah yang sengaja meninjau rumah sakit umum daerah tersebut, bahkan gubernur masuk ke kompleks dan ruangan isolasi yang kini penuh oleh pasien.

Kunjungan mendadak, bahkan gubernur berani masuk ke kawasan isolasi pasien covid-19 RSUD Lubukbasung itu mendapat pujian dari banyak kalangan di Lubukbasung, pasalnya gubernur pejabat daerah yang pertama berkunjung ke kompleks isolasi yang baru dioperasionalkan tersebut sementara pimpinan daerah baik bupati maupun wakil bupati Agam, diinformasilkan belum pernah meninjau kompleks isolasi covid-19 rumah sakit dan proses penanganan pasien covid-19 yang semakin banyak meninggal tersebut.

Mengutip amcnews.com, gubernur Sumbar yang didampingi Rinaldi, anggota DPRD Sumbar dari fraksi PKS, meninjau dan mendengar langsung laporan dari direktur RSUD Lubukbasung Syahrizal Antoni dan Sekab.Agam M.Dt.Maruhun yang menjelaskan secara detail kondisi terkini rumah sakit tersebut termasuk kondisi pasien covid-19.

Dijelaskan Syahrizal Antoni, di bulan Juli ini saja, tercatat 30 pasien Covid-19 meninggal dunia, akibat tidak mendapat dukungan ventilator,” kami merujuk pasien yang kondisinya berat ke rumah sakit lain, justru kamar rawatan penuh, sementara perangkat vital untuk penanganan pasien covid-19 tidak ada, bahkan saat ini 4 pasien dengan kondisi berat tengah menjalani perawatan di RSUD Lubukbasung ini, “ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya hanya memanfaatkan 1 unit High Flow Nasal Cannula (HFNC), bantuan dari Pemprov Sumbar sebagai pengganti ventilator, tapi jumlah tersebut sangat tidak mencukupi di RSUD Lubukbasung, “jika ventilator tidak ada, HFNC juga tidak apa-apa pak, kalau bisa 3 atau 4 unit lagi akan sangat membantu,” ungkapnya pada gubernur Mahyeldi.

Untuk melengkapi kekurangan itu, Pemkab Agam sudah berupaya melakukan pengadaan melalui dana Biaya Tidak Tetap (BTT), tapi terkendala administrasi pengaturan dana kedaruratan, sehingga perlu dikonsultasikan ke BPKP, ” sudah 15 hari kita masih belum menerima jawaban dari BPKP, “ujar M.Dt.Maruhun, Sekab.Agam mengulas.

Mendapat laporan itu, gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah langsung berkoordinasi dengan pihak BKPP Perwakilan Sumbar, namun belum mendapat respon yang memuaskan. Pihaknya juga langsung meminta Kadinas Kesehatan Sumbar untuk membantu RSUD Lubukbasung dalam hal ketersediaan perangkat yang dibutuhkan untuk penanganan pasien covid-19 tersebut.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top