Kaba Terkini

Hotel Muara, Berkonsep Halal Destination Hadir di Kabupaten Agam

Agam, KABA12.com — Hotel Muara telah hadir di kawasan Bangkaweh, Kabupaten Agam.

Hotel Muara menjadi salah satu penunjang kepariwisataan untuk daerah Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Hotel Manager Hotel Muara, Joe, menjelaskan, hadirnya Hotel Muara di Kabupaten Agam ini, menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dan pengunjung, untuk menginap di seputaran Bukittinggi dan Agam.

“Hotel Muara diiniasi oleh sang owner, Alm. H. M. Ismi Anas St. Bareno, orang asli Ladang Laweh, Agam, Sumbar, tapi sudah lama merantau ke Ternate. Dibangun sejak 2019 dan selesai Juli 2021. Kita mulai operasi sejak 29 Juli dan sudah ada yang menginap,” ungkap Joe, saat meet n great sahabat media, di Hotel Muara, Ladang Laweh, Sabtu (31/07).

Lebih lanjut, eks Hotel Manager salah satu hotel terkemuka di Sumbar ini menjelaskan, Hotel Muara dibangun 4 lantai, memiliki 39 kamar dengan tiga type, Deluxe 19, Grand Deluxe Balcony 18 kamar dan Executive Suites 2 kamar. Selain itu, juga ada ruang pertemuan yang multifungsi dengan restoran dan dapat diisi 30 orang.

“Hotel Muara ini, merupakan hotel ketiga yang berada di bawah Muara Group dan berkantor pusat di Ternate. Hotel yang dibangun di kawasan Ladang Laweh Kecamatan Banuhampu, Agam ini, mengusung konsep Hotel Halal Destination,” jelasnya.

Hotel Muara juga mendukung penuh program penekanan penyebaran covid-19. Diantaranya, seluruh pegawai sudah divaksin dan layanan juga mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

“Rate harga kamar mulai dari Rp 550 ribu. Namun, untuk bulan Agustus 2021 ada promo khusus 30% untuk semua tipe kamar. Bahkan, jika tamu hotel telah menjalani vaksin, juga diberi diskon khusus, 5% untuk vaksin I dan 5% untuk vaksin II,” ungkapnya.

Joe menekankan, Hotel Muara ini mengusung konsep simple, cozzy dan fresh. Selain itu, Hotel Muara pun juga membantu warga sekitar, salah satunya dengan merekruit pegawai dari warga sekitar Hotel Muara.

“Motto kami, melayani dengan ikhlas. Semoga dapat menjadi bagian untuk pengembangan pariwisata di Bukittinggi, Agam dan Sumatra Barat umumnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top