Kaba Pemko Bukittinggi

Pemko Bukittinggi Bagikan BST Dampak Covid-19 Tahap XIII dan XIV

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi kembali mendistribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial. BST diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bukittinggi didampingi Kepala Dinas Sosial, Camat, Kepala Kantor Pos serta relawan sosial, di Kantor Pos Bukittinggi, Selasa (27/07).

Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Linda Faroza, bersama Kepala Kantor Pos Bukittinggi, Laksmina Murni, menjelaskan, Bantuan Sosial tunai (BST) dampak covid-19 kali ini, merupakan bantuan untuk tahap XIII dan XIV Kemensos tahun 2021. Total penerima BST di Bukittinggi sebanyak 2085 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan jumlah bantuan Rp 300 ribu per tahap per KPM.

“Ada 2085 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bukittinggi. Pada kecamatan ABTB terdapat 387 KPM, pada kecamatan Guguak Panjang 920 KPM dan kecamatan MKS sebanyak 778 KPM. Untuk penyerahan kali ini langsung menerima dua bulan, berarti Rp 600 ribu per KPM,” jelasnya.

Untuk mengurangi kerumunan, waktu penyerahan bansos inipun dibagi per kecamatan. Penyerahan BST untuk warga kecamatan MKS, dilakukan Selasa (27/07), penyerahan BST untuk warga Guguak Panjang, dilaksanakan Rabu (28/07) dan Kamis (29/07). Sedangkan penyerahan untuk warga MKS, dilaksanakan Jumat (30/07) dan Sabtu (31/07).

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, bantuan sosial tunai dari pemerintah pusat ini kembali diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Awalnya, bantuan ini sudah dihentikan 2 bulan lalu, namun karena perjuangan Anggota DPR RI kepada pemerintah pusat, akhirnya bantuan ini dapat kembali diluncurkan.

“Hari ini masa pandemi covid masih berdampak buruk terhadap kantong kita. Untuk itu, saat ini bantuan sosial kembali diserahkan. Bantuan Rp600.000 ini, nanti gunakanlah untuk kebutuhan dasar. Jangan belikan untuk barang barang yang tidak terlalu perlu,” ujar Erman Safar.

Wako berpesan, agar masyarakat dapat terus menerapkan protokol kesehatan. “Mungkin ada kebosanan dengan kebiasaan ini, tapi dengan upaya inilah kita bisa menekan penyebaran covid-19, agar terlepas dari pandemi dan pembatasan kegiatan,”tegasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top