alterntif text

Kaba Pemko Bukittinggi

Setdakab Lampung Barat Kunker ke Bukittinggi

Bukittinggi, KABA12.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Barat kunjungan kerja ke Bukittinggi, Selasa (15/06) kemarin disambut Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi di ruang rapat utama Balaikota Bukittinggi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Barat Akmal Abdul Nasir mengatakan, pihaknya bersama rombongan sengaja datang ke Bukittinggi untuk mengetahui dan belajar upaya peningkatan reformasi birokrasi berkelanjutan di Bukittinggi.

Sekaligus upaya peningkatan Sakip dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Bukittinggi dinilai berhasil menjadi yang terbaik di bidang reformasi birokrasi dan telah mempunyai Mall Pelayanan Publik.

Baca Juga:  Jalur Alternatif Kelok 44 Mesti Jadi Prioritas

Sekdakab.Lampung Barat, Akmal melanjutkan, kunjungan kerja membawa 35 orang sekretaris dinas se Kabupaten Lampung Barat guna meningkatkan inovasi dan ilmu. Karena ditangan sekretaris dinas, adalah motor penggerak SKPD tersebut berjalan.

“Kabupaten Lampung Barat sendiri memiliki luas 2.117 km persegi, namun hanya 30 persen yang bisa diolah, selebihnya sekitar 70 persen adalah kawasan hutan lindung. Kabupaten Lampung Barat memiliki 15 Kecamatan, 131 pekon (nagari) dan 5 kelurahan. Penghasilan masyarakat terbanyak disektor pertanian seperti coklat, kopi, lada dan sayur mayur,” ujarnya.

Terkait Sakip, Bupati Lampung Barat menurut Sekda Lampung Barat Akmal Abdul Nasir, selalu memberikan pemahaman kepada aparatur untuk serius mengimplementasikan Sakip dan Reformasi Birokrasi dalam kinerja dan program kegiatan pembangunan sehingga berjalan efektif dan efisien.

Baca Juga:  Sepekan Jelang Lebaran, Arus Mudik Masih Sepi

Sekda Bukittinggi, Yuen Karnova mengatakan, berdasarkan pengalaman tiga tahun terakhir, komitmen kepala daerah menjadi inti dari Sakip dan Reformasi Birokrasi.

Dengan tingginya nilai Sakip, maka akuntabilitas kinerja dapat dipertanggung jawabkan. Sampai ketingkat outcome, benefit dan impact.

“Pada tahap awal sengaja didatangkan pemateri dari Kementerian Pan RB untuk memberikan bimbingan kepada seluruh pimpinan SKPD sekretaris dan kasubag perencanaan. Setelah itu dilakukan breakdown mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan harus berada dalam satu garis lurus yang terstruktur dan terpola dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga:  Jabatan Camat Guguak Panjang Diserahterimakan

Yuen melanjutkan dengan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan yang satu garis lurus maka akuntabilitas kinerja dapat dipertanggungjawabkan. Artinya setiap rupiah yang dipakai untuk pembangunan akan dirasakan masyarakat dengan puas dan dapat pula dipertanggungjawabkan manfaatnya. Otomatis nilai Sakip dapat naik dan memiliki hasil yang terbaik.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top