alterntif text

Kaba Terkini

Pengalihan Mata Pencarian Alternatif, Pemprov Sumbar Tampung Usulan Warga Salingka Danau Maninjau

Maninjau, kaba12.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menampung sejumlah usulan masyarakat di Salingka Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam terkait dengan rencana pengalihan mata pencaharian alternatif terutama dari sektor budidaya ikan keramba jaring apung (KJA).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Barat, Dr. Ir Reti Wafda mengatakan, saat ini pihaknya tengah melaksanakan sosialisasi dan diseminasi Kelitbangan melalui Focus Group Discussion (FGD) tentang mata pencaharian alternatif bagi masyarakat Salingka Danau Maninjau.

Dalam FGD tersebut, pihaknya telah menampung beberapa penyampaian masyarakat yang nantinya akan dikaji ulang untuk menentukan sebuah kebijakan. Dimana kebijakan itu diambil setelah melalui dari hasil beberapa tahapan seperti riset dan survei ke lapangan.

“Jadi, untuk menentukan suatu kebijakan itu harus berdasarkan fakta, data, dan persoalan yang ada dilapangan. Nanti setelah mendapatkan seluruhnya, kita akan rumuskan kembali melalui pembahasan bersama untuk menetapkan arah kebijakan,” kata Reti Wafda kepada wartawan usai menggelar FGD di aula kantor Camat Tanjung Raya, Senin (14/6).

Menurutnya, selama ini perguruan tinggi telah banyak melakukan penelitian-penelitian dilapangan. Namun sayangnya penelitian itu masih dilakukan secara terpisah. Oleh karena itu, pihaknya akan mencoba kembali untuk merangkum seluruhnya, sehingga nantinya bisa dibuatkan suatu kesimpulan yang konkret.

Baca Juga:  Pasar Ternak Ditutup, Pos Check Point Diminta Hentikan Truk Ternak

“Nah, kesimpulan untuk merumuskan suatu kebijakan itu tidak akan lengkap kalau hanya dari sepihak saja. Makanya kami lengkapi dengan cara berdiskusi bersama masyarakat, ternyata apa yang disampaikan tadi sangat komprehensif. Jadi ada banyak masukan -masukan yang perlu kami rumuskan dalam menetapkan kebijakan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, semua masukan yang ditampung nantinya akan dijadikan sebagai rekomendasi untuk memberikan acuan arah kebijakan yang lebih komprehensif. Artinya kebijakan itu diambil harus sesuai dengan fakta dilapangan serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, namun kondisi lingkungan sekitar harus tetap terjaga dengan baik.

“Kita lakukan perumusan kebijakan yang sustainable baik dari segi pendapatan masyarakat, dan kondisi lingkungan yang bisa kita turunkan ke anak cucu,” ungkap Reti.

Reti menyebut, setelah melakukan perumusan tentang masukkan masyarakat, pihaknya akan membawa hal itu ke dalam sidang pleno Majelis Pertimbangan Kelitbangan. Dimana dari majelis tersebut mencakup seluruh aspek seperti dari pariwisata, perikanan, dan ekonomi lainnya.

Baca Juga:  Pemko Razia Parsel, Sejumlah Makanan Ditemukan Kadaluarsa

“Setelah sidang pleno itu, nanti kita sampaikan kepada kepala daerah dan pemerintah pusat saat pertemuan nanti,” katanya.

Disisi lain, ia mengakui bahwa untuk mengalihkan mata pencaharian seseorang itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Artinya mereka yang sudah lama berkeramba dan dialihkan ke sektor pertanian atau pariwisata, dan lainnya, itu tidak akan mudah dan membutuhkan waktu lama .

“Semua itu butuh waktu, pembinaan dan pendampingan. Jadi tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengalihkan mata pencaharian seseorang,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Yosmeri menyebutkan, FGD tersebut bertujuan untuk menggali informasi terkait dengan sisi ekonomi masyarakat lokal di sekitar Danau Maninjau. Dimana dalam hal ini pemerintah melalui tim khusus telah menawarkan sejumlah usaha alternatif seperti di sektor peternakan, pertanian, perkebunan, perikanan air tawar di darat, dan lainnya.

“Semua tawaran atau usulan dari tim khusus itu merupakan hasil kajian dari para pakar atau profesor yang ahli di bidangnya,” kata Yosmeri.

Ia mengatakan, semua informasi yang dihimpun hari ini akan menjadi bahan rumusan tambahan oleh pihak Balitbang dan nantinya dilaporkan kepada Gubernur. Sehingga langkah yang dilakukan saat ini bisa merumuskan sebuah kebijakan baru untuk kedepannya.

Baca Juga:  Rossi Kecam Aksi Marquez Pada GP Argentina

“Semua hasil diskusi ini akan menjadi bahan utama dalam rapat bersama Gubernur dengan pemerintah pusat,” sebutnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Agam Isman Imran menambahkan, geografi wilayah Kecamatan Tanjung Raya adalah berupa danau dan daratan.

Dimana sebelumnya wilayah ini pernah menjadi sumber atau sentral kulit manis kacang merah, cengkeh dan pala. Menurutnya semua potensi itu akan di revitalisasi kembali untuk kepentingan masyarakat.

Isman menyebut, target pemerintah saat ini adalah mewujudkan KJA yang produktif tapi lingkungannya bersih. Dimana kebijakan ini akan diambil setelah hasil penelitian oleh tim Balitbang tuntas.

“Contoh KJA yang produktif itu seperti tampilannya bagus dan lingkungannya tidak kotor. Salah satunya menggunakan pakan ikan yang organik dan tidak membuat pencemaran di danau,” katanya.

Diketahui, FGD tersebut digelar selama dua hari yakni Senin dan Selasa (14-15/6) di aula kantor Camat Tanjung Raya. Kegiatan itu dihadiri oleh tim Balitbang Sumbar, OPD tingkat provinsi dan kabupaten, petani/pengusaha KJA, Walinagari, serta tokoh masyarakat.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top