Agam

Forkopimca Tanjung Raya Tinjau Rumah Isolasi Covid-19 di Nagari Maninjau dan Sungai Batang

Maninjau, kaba12.com — Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Tanjung Raya, Kabupaten Agam meninjau rumah isolasi Covid-19 berbasis nagari yang ada di wilayah itu, Senin (7/6). Kedua rumah isolasi yang dikunjungi itu berada di Nagari Maninjau dan Nagari Sungai Batang.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Camat Tanjung Raya Handria Asmi, Kapolsek Tanjung Raya AKP Yudi Partanto, Wakapolsek Iptu Akhiruddin, Anggota Koramil 05/Tanjung Raya Serda Ronal Yubahri, Wali Jorong, dan petugas lainnya.

Dalam kesempatan itu, jajaran Forkopimca melihat langsung kesiapan rumah isolasi yang akan digunakan sebagai tempat perawatan pasien positif Covid-19.

Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, keberadaan rumah isolasi berbasis nagari ini dinilai mampu dalam mempercepat penanganan Covid-19 serta membantu ketersediaan ruang isolasi di tingkat Kabupaten Agam yang berada di Lubukbasung.

Ia menyebut, sebelumnya pihak Kecamatan bersama pemerintah nagari telah bersepakat untuk menyediakan rumah atau bangunan khusus yang akan dimanfaatkan sebagai tempat perawatan jika ada warga yang terpapar Covid-19.

“Tadi kita sudah melihat kesiapan tempat isolasi Covid-19 yang ada di Nagari Maninjau dan Nagari Sungai Batang dalam mendukung penanganan Covid-19. Selain itu, keberadaan rumah isolasi ini akan terus dibenahi guna memaksimalkan pemanfaatannya, baik dari segi sarana-prasarana, keuangan, vitamin, petugas, dan alat pendukung lainnya,” kata Handria kepada kaba12.com, Senin.

Ia menjelaskan, rumah isolasi Covid-19 yang berada di Nagari Maninjau itu berlokasi persisnya di Posyandu Jorong Kukuban. Tempat ini dinilai bisa menampung pasien maksimal sebanyak 8 orang. Sedangkan untuk di Nagari Sungai Batang berlokasi di Puskesri Jorong Labuah yang merupakan bangunan baru selesai dibangun.

“Untuk rumah isolasi di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang ini dapat menampung pasien maksimal sebanyak 10 orang,” ujarnya.

Handria menilai bahwa peralatan pendukung di tempat isolasi itu belum tercukupi sepenuhnya. Namun pihaknya akan meminta masing-masing nagari untuk memaksimalkan isi sarana prasarana di bangunan yang akan dimanfaatkan sebagai tempat isolasi pasien positif Covid-19 itu.

“Sekarang masih tahap persiapan. Kita akan minta pihak pemerintah nagari untuk memaksimalkan segala peralatan pendukung di rumah isolasi agar nantinya tempat ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Karena anggaran keuangan nagari juga diikutsertakan dalam mendukung pencegahan dan penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Camat terbaik 1 tingkat Sumatera Barat tahun 2018 itu juga menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari paparan Covid-19.

“Kunci utama untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan patuh terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Mudah-mudahan dengan disiplinnya kita menerapkan protokol kesehatan, diharapkan mampu menurunkan angka positivity rate Covid-19 dan mengakhiri pandemi ini,” jelasnya.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top