Kaba Terkini

Agam Zona Resiko Tinggi Covid-19, Lubukbasung Tertinggi

Lubukbasung, kaba12.com — Kabupaten Agam yang sejak Minggu kemarin dinyatakan sebagai daerah zona merah dengan resiko tinggi penyebaran virus corona dengan angka kematian warga yang terus bertambah setiap hari.

Hingga Selasa,(25/5) ini di kabupaten Agam tercatat sebanyak 2.930 kasus terkonfirmasi positif covid-19, dengan jumlah pasien sembuh 2.591 orang, 62 orang warga yang meninggal dunia, dan 277 orang masih dalam penanganan medis.

Dari total kasus positif covid-19 di kabupaten Agam, yang menempati posisi teratas kasus justru kecamatan Lubukbasung dengan total warga terkonfirmasi sebanyak 447 orang, yang dinyatakan sembuh 395 orang, 47 orang masih menjalani penanganan medis dan 5 orang warga meninggal.

Posisi kedua ditempati kecamatan IV Angkek dengan total kasus terkonfirmasi 434 orang, 373 orang dinyatakan sembuh, 51 orang dalam penanganan medis dan 10 orang meninggal. Posisi ketiga kecamatan Banuhampu dengan 373 orang terkonfirmasi, 338 orang dinyatakan sembuh, 34 orang dalam penanganan medis dan 11 orang meninggal dunia.

Baca Juga:  TUMPANG SARI ATASI PERSAINGAN PENGGUNAAN LAHAN SECARA MONOKULTUR

Posisi keempat terbanyak ditempati kecamatan Tilatang Kamang dengan 346 kasus terkonfirmasi, 298 orang sudah dinyatakan sembuh, 43 orang dalam penanganan medis dan 5 orang meninggal, disusul posisi kelima kecamatan Baso sebanyak 300 orang, 263 sembuh, 30 orang menjalani penanganan medis dan 7 orang meninggal dunia, diikuti 11 kecamatan lain, yang posisi kasus terkonfirmasinya dibawah 200 kasus. Kasus terendah di kecamatan Malalak dengan 11 kasus, yang seluruhnya sudah sembuh dan tidak ada warga yang meninggal akibat covid-19.

Baca Juga:  Empat Nagari dan Satu Kecamatan di Agam Dinilai TP-PKK Provinsi Sumbar

Tingginya kasus terkonfirmasi covid-19 di kecamatan Lubukbasung itu diamini Yosefriawan, plt.Kadinas Kesehatan Agam, yang menyebutkan, lonjakan kasus terkonfirmasi baru dari kecamatan Lubukbasung justru terjadi dalam sebulan terakhir, yang ditengarai dampak klaster kegiatan pendidikan tatap muka, kegiatan Ramadhan, lebaran dan kegiatan lain.

Sementara angka kematian tertinggi berasal dari kecamatan Banuhampu sebanyak 11 orang, disusul kecamatan IV Angkek 10 orang dan kecamatan Baso 7 orang, “kita berharap, tidak ada lagi warga kabupaten Agam yang meninggal akibat keganasan virus corona itu, “ sebut Yosefriawan.

Menyikapi lonjakan kasus yang terjadi, Asisten II Sekab.Agam itu berharap, seluruh masyarakat untuk lebih memaksimalkan perhatian dan peran dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, “ selalu taati prokes, selalu pakai masker, jaga jarak aman dan selalu rajin mencuci tangan dengan sabun. Itu kunci penting dalam memutus rantai penyebaran virus corona yang makin berbahaya itu, “sebut Yosefriawan.

Baca Juga:  Sekwan Agam Pelajari Sistem E-Notulen DPRD Surakarta

Dilain pihak, menyikapi perkembangan kondisi, karena kabupaten Agam saat ini masuk ke zona merah, saat ini Satgas Penanganan Covid-19 Agam, sampai ke tingkat nagari, memaksimalkan penertiban dan pengawasan penerapan prokes pada masyarakat, termasuk menertibkan kegiatan -kegiatan yang berpotensi mengundang kerumuman banyak orang, sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top