Kaba Terkini

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Agam Masuk Zona Merah

Lubukbasung, kaba12.com — Berdasarkan hasil penghitungan 15 indikator data onset pada Minggu ke-62 pandemi covid-19 Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Barat, maka terhitung mulai tanggal 23 Mei sampai tanggal 29 Mei 2021, kabupaten Agam ditetapkan sebagai daerah zona merah (daerah resiko tinggi).

Penetapan itu, berdasarkan data lonjakan kasus positif covid-19 dan data harian kasus yang cukup tinggi, bahkan skor kabupaten Agam sudah mencapai 1,80, dengan tingkat resiko pandemic yang tinggi, yang diumumkan Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, terhitung mulai Minggu, (23/5), kabupaten Agam masuk dalam zona merah.

Kondisi ini, walau belum diumumkan secara resmi oleh Bupati Agam, terkait kebijakan yang akan diambil daerah, namun ditengarai akan membuat kebijakan daerah akan semakin memperketat pengawasan kegiatan masyarakat yang berpotensi membuat kerumunan, termasuk kegiatan-kegiatan kenduri yang saat ini sangat banyak, kegiatan malam hiburan warga, kegiatan di kafe-kafe dan berbagai potensi penyebaran lain.

Sementara update data harian covid-19 di kabupaten Agam per Sabtu,(22/5) kemarin, tercatat kasus pandemic covid-19 sudah mencapai 2.874 orang, dengan rincian 2.527 orang dinyatakan sembuh, 58 orang meninggal dunia dan 289 orang dalam penanganan medis, dengan penambahan kasus harian yang sangat tinggi beberapa hari terakhir.

Mengutip laman sumbarprov.go.id yang disampaikan Jasman Rizal Dt.Bandaro Bendang, selaku jurubicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, yang diumumkan Minggu,(23/5) dini hari tadi, menyebutkan dari 19 kabupaten-kota di Sumbar, hanya kabupaten Agam yang masuk zona merah, sementara 13 daerah berada di zona orange (resiko sedang), masing-masing kabupaten Pasaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kabupaten Solok, Padang Pariaman, Kota Sawahlunto, Pasaman Barat, 50 Kota, Tanah Datar, kota Padang Panjang, Kota Bukittingi dan Kota Payakumbuh.

Sementara 5 daerah masuk zona kuning (resiko rendah) masing-masing Kota Pariaman, Kota Solok, kabupaten Solok Selatan, Dharmasraya dan Kepulauan Mentawai, “ penetapan zonasi ini, mengacu pada15 indikator, yakni 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 indikator pelayanan kesehatan menuju masyarakat yang produktif dan aman covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah, “ jelas Jasman Rizal.

Diharapkannya, dengan penetapan zonasi tersebut, masing-masing daerah diminta untk segera menyesuaikan segala aktivitas di daerah, sesuai dengan ketentuan protokol masing-masing zona agar penyebaran covid-19 bisa lebih dikendalikan.

Sementara terkait dengan penetapan zona merah di kabupaten Agam itu, para pejabat terkait di Pemkab.Agam hingga Minggu siang, masih belum memberi respon terkait dengan bentuk kebijakan yang akan diambil pemerintah, untuk mengendalikan penyebaran kasus covid-19.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top