Kaba Terkini

Data Covid-19 Masih Tak Sinkron, Data Propinsi-Kabupaten Agam Selisih Jauh

Lubukbasung, kaba12.com — Walau pandemic covid-19 sudah lebih dua tahun melanda bangsa ini, persoalan validasi data masih menjadi persoalan serius.

Kondisi ini, sejak awal munculnya pandemic covid-19 sudah menjadi polemic bahkan menjadi perdebatan serius antara pemerintah daerah, khususnya Satgas Penanganan Covid-19 daerah dengan Pemprov Sumbar melalui Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar.

Namun, hingga kini, sinkronisasi data propinsi dan daerah masih menjadi pertanyaan serius, pasalnya jumlah selisih data daerah (kabupaten Agam-khususnya) dengan data propinsi cukup jauh, sehingga kerap memicu pertanyaan banyak pihak.

Baca Juga:  Sempat Terkendala Akibat Hypertensi, Plh.Bupati Agam Divaksinasi Covid-19

Seperti halnya data yang diapungkan Kamis,(20/5) kemarin, khusus untuk kabupaten Agam, update data Pemprov.Sumbar penanganan covid-19, masing-masing total terkonfirmasi di kabupaten Agam mencapai 2.850 orang, pasien sembuh 2.549 orang dan warga yang meninggal dunia mencapai 60 orang.

Sementara update data Satgas Penanganan Covid-19 Agam, di hari yang sama, Kamis,(20/5), jumlah total terkonfirmasi sebanyak 2.772 orang, jumlah warga yang meninggal dunia 56 orang dan jumlah pasien sembuh 2.485 orang.

“ Perbedaan ini, kerap membingungkan masyarakat. Termasuk kalangan media dalam mempedomani validasi data yang sesungguhnya, padahal data adalah kunci, “ ungkap beberapa wartawan yang mengamati perkembangan kasus pandemic covid-19 di Agam kepada kaba12.com.

Baca Juga:  Ruas Jalan Yang Tertimbun Longsor di Galapung Sudah Bisa Dilewati

Menyikapi masih tak singkronnya update data harian termasuk akumulasi data covid-19 antara pemerintah propinsi Sumbar dan pemerintah kabupaten Agam itu, diakui Yosefriawan, Asisten II Sekab.Agam yang mengaku kerap mempertanyakan hal itu, bahkan langsung mengklarifikasinya.

Yosefriawan yang saat ini juga menjabat plt.Kadinas Kesehatan Agam, yang bertugas melakukan penanganan warga yang terpapar covid-19, termasuk menginformasikan pada masyarakat melalui update data harian, menyebutkan, pihaknya berupaya untuk mesinkronkan data daerah dengan propinsi tersebut, karena diakuinya akurasi data menjadi data penting.

Baca Juga:  Tim Kominfo GTP2 Covid19 Optimalkan Sosialisasi

Dijelaskan, hasil investigasi dan klarifikasi yang dilakukan pihaknya, penyebab tidak samanya data yang di-update setiap hari itu, karena adanya temuan data ganda, data pindahan dari daerah lain, termasuk crosscek perubahan yang harus secara intens dilakukan. “ Namun hal ini, menjadi catatan penting kita untuk didiskusikan dengan pihak propinsi, “sebut Yosefriawan lagi.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top