Kaba Agam

Pasca Idul Fitri, Ribuan Ikan KJA di Danau Maninjau Kembali Mati Massal

Koto Kaciak, kaba12.com — Sejumlah petani budidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kembali menelan pil pahit pasca lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 M. Pasalnya, ribuan ikan budidaya di danau vulkanik itu dilaporkan mati massal secara mendadak, Sabtu (15/5) kemarin.

Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, musibah kematian ribuan ikan KJA di Danau Maninjau terjadi di satu titik lokasi yaitu di wilayah Aweh, Jorong Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak.

Ia menyebut, kematian ikan disebabkan oleh faktor cuaca hujan disertai angin kencang yang melanda sejak beberapa hari terakhir.

Baca Juga:  Jembatan Gantung Ngarai Sianyia, Spot Fotografi yang Memukau

“Iya, kematian ikan KJA di Danau Maninjau kembali terjadi persisnya di wilayah Aweh, Jorong Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak pada Sabtu kemarin. Informasi yang kita dapat dari penyuluh perikanan, kematian ikan KJA diperkirakan mencapai 2 ton dengan kerugian sekitar Rp 15 juta,” kata Handria saat dikonfirmasi kaba12.com, Senin (17/5).

Faktor lain penyebab kematian ikan KJA juga dikarenakan berkurangnya kadar oksigen akibat naiknya ‘tubo belerang’ dan sedimentasi sisa pakan ikan dari dasar danau.

Fenomena ini sering disebut dengan istilah upwelling atau pembalikan masa air, sehingga menyebabkan kualitas air danau menjadi menurun.

Baca Juga:  Ribuan Ikan KJA di Danau Maninjau Kembali Mati Mendadak

Hingga saat ini, lanjut Handria, pihaknya mendapat informasi terkait kematian ikan pada Sabtu (15/5) kemarin, hanya terjadi di wilayah Aweh, Nagari Koto Kaciak.

Sementara untuk wilayah lain, pihaknya masih menunggu informasi dari penyuluh perikanan yang ada dilapangan.

Sebelumnya diberitakan, kematian ikan KJA di Danau Maninjau juga terjadi pada Minggu (9/5) lalu atau menjelang lebaran Idul Fitri 1442 H.

Pemerintah setempat mencatat sebanyak 6 ton ikan KJA jenis nila di Danau Maninjau mati massal.

Baca Juga:  Sejumlah Daerah di Pessel Banjir, Akses Padang - Painan Putus

Berdasarkan informasi yang didapat, ada sejumlah titik lokasi yang mengalami kematian ikan secara mendadak pada saat itu. Diantaranya satu lokasi di Nagari Sungai Batang, dua lokasi di Nagari Tanjung Sani, dan dua lokasi di Nagari Koto Malintang.

Kematian Ikan KJA di Danau Maninjau juga menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan sekitar, lantaran para pemilik KJA membuang ribuan bangkai ikan ke dalam danau.

Kondisi itu membuat masyarakat resah dan merasa dirugikan karena mencium bau busuk dari bangkai ikan saat beraktivitas.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top