Kaba Terkini

Camat Tanjung Raya Ajak Warga Jaga Danau Maninjau

Maninjau, kaba12.com — Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ekosistem Danau Maninjau guna mewujudkan kelestarian dan keseimbangan lingkungan sekitar.

Menurutnya, salah satu upaya dalam menjaga ekosistem lingkungan Danau Maninjau adalah dengan cara tidak membuang sampah ke danau. Termasuk kepada para petani KJA yang mengalami kematian ikan massal, untuk tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau.

Sebab, jika masyarakat masih saja tetap membuang sampah terutama bangkai ikan ke danau, maka hal itu tentu akan berdampak besar bagi ekosistem lingkungan, dan berujung pada bertambahnya pencemaran lingkungan sekitar.

Baca Juga:  KPU RI Gelar Konsolidasi Regional Peningkatan Partisipasi Masyarakat di Bukittinggi

“Oleh karena itu, kami minta kepada masyarakat untuk memberikan sumbangsihnya terhadap penyelamatan ekosistem Danau Maninjau. Yaitu dengan cara tidak membuang sampah dan bangkai ikan KJA ke danau,” kata Handria kepada kaba12.com, Senin (17/5).

Disamping itu, Camat juga menyoroti tentang banyaknya bangkai ikan yang sengaja dibuang para petani KJA ke Danau Maninjau. Selain menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan, kondisi itu juga membuat masyarakat terdampak dan merasa dirugikan akibat bau busuk menyengat yang ditimbulkan dari bangkai ikan.

Baca Juga:  Pasar Rawa Kalong¬† Dilalap Sijago Merah, Ratusan Kios Hangus Terbakar

“Bau busuk dari bangkai ikan itu tentu akan menggangu masyarakat yang beraktivitas di danau, seperti nelayan tangkap, pencari rinuak, pencari bada, dan pencari pensi. Sehingga hal ini dinilai akan berpengaruh terhadap mata pencaharian mereka,” ungkapnya.

Disisi lain, ia juga meminta kepada para pemilik KJA untuk membatasi kapasitas daya tampung ikan di dalam keramba. Ia menyebut, masing-masing petak keramba seharusnya maksimal diisi sebanyak 2.500 ekor ikan. Jika melebihi jumlah standar tersebut, maka kondisi itu akan beresiko besar bagi petani ikan KJA.

Baca Juga:  Update Kasus Covid-19 Agam 14 Positif, 24 Sembuh, 1 Meninggal

“Kita tetap mengimbau para petani KJA untuk mematuhi jumlah standar ikan yang ada di dalam petak keramba. Maksimal masing-masing petak keramba itu diisi sebanyak 2.500 ikan,” ujarnya.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top