Kaba Terkini

Viral Kemunculan Buaya di Tiku, BKSDA Sebut Lokasi Satwa di Areal Konservasi

Tiku, kaba12.com — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Resor Agam, menyebut bahwa kemunculan seekor buaya muara atau crocodylus porosus sedang berjemur di kebun pisang yang menghebohkan media sosial, merupakan masuk ke daerah konservasi atau habitat satwa tersebut.

Diketahui lokasi kemunculan satwa dilindungi itu berada di Jorong Ujuang Labuang, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.

Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra menyebutkan, sejak beberapa hari terakhir jagad media sosial dihebohkan dengan video penampakan seekor buaya yang berjemur di daratan kebun pisang dekat pemukiman warga di Nagari Tiku Limo Jorong.

Baca Juga:  Bayern Muenchen Cari Pemain Berbakat ke Negeri Tirai Bambu

Dalam video berdurasi 25 itu, terlihat seekor buaya berukuran cukup besar sedang menganga di pinggiran sungai dekat kebun pisang tersebut dan dinilai tidak menunjukkan sifat agresif.

“Setelah mendapat laporan dari pihak Pemerintah Nagari Tiku Limo Jorong terkait kemunculan buaya itu, kita (BKSDA) langsung mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi lapangan dan mewawancarai sejumlah saksi mata,” kata Ade Putra, Selasa (4/5).

Dari hasil identifikasi yang dilakukan, lokasi kemunculan buaya itu merupakan habitatnya dan masuk ke daerah konservasi High Conservation Values (HCV) PT Mutiara Agam. Sedangkan pemukiman tersebut adalah mes pekerja PT Mutiara Agam yang berdampingan dengan areal konservasi.

Baca Juga:  Bahas Serangan Burung, Otoritas Penerbangan Berkumpul di Rembele

Ia menambahkan, menurut penuturan Zairal salah seorang pekerja yang mendiami mes tersebut bahwa di lokasi atau areal HCV terdapat dua ekor buaya muara berukuran sekitar 2 meter.

Menanggapi hal itu, BKSDA langsung berkoordinasi dengan manajamen PT Mutiara Agam dan menyampaikan agar selalu melakukan pemantauan atau monitoring terhadap satwa buaya yang berada di sekitar lokasi HCV.

“Selain itu, kita juga meminta pihak manajemen perusahaan untuk memberikan edukasi dan penegasan kepada para pekerja yang mendiami mes untuk tidak membuang sampah rumah tangga ke dalam sungai, karena hal ini dinilai dapat memancing buaya itu muncul kembali di dekat pemukiman,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketum Pertina Agam Lepas Tim Tinju Porprov XV Sumbar

Ade menyebutkan, berdasarkan laporan berkala yang disampaikan pihak PT Mutiara Agam, di lokasi perkebunan yang dikelola perusahaan terdapat beberapa satwa langka dan dilindungi seperti buaya muara, beruang, berbagai jenis burung elang, siamang, kucing bakau dan beberapa satwa penting lainnya.

High Conservation Values (HCV) adalah areal di dalam konsesi perkebunan kelapa sawit yang memiliki nilai konservasi tinggi, sehingga perlu dipertahankan dan dikelola untuk menjaga keberlanjutan fungsi ragam hayati, fungsi tata air dan kesuburan tanah, dan fungsi sosial budaya.

Sehingga keberadaan HCV dipertahankan keberadaannya terutama untuk keberlangsungan satwa bernilai konservasi tinggi di areal perkebunan.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top