Kaba Terkini

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Tanjung Raya Kembali Lakukan Razia Petasan

Maninjau, kaba12.com — Jajaran personil Kepolisian sektor (Polsek) Tanjung Raya terus mengintensifkan razia terhadap pedagang petasan yang masih membandel berjualan pada saat bulan Ramadhan 1442 H. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang kerap terganggu akibat letusan petasan pada malam hari.

Seperti halnya Selasa (20/4), personil Polsek Tanjung Raya menggelar razia pedagang petasan di wilayah Jorong Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Dimana dari hasil razia tersebut didapat dua orang pedagang warung yang menjual beragam jenis petasan serta memiliki daya ledak tinggi.

Baca Juga:  Bermodalkan Sumbangan Anggota, Riak Manapi Sukses Berinovasi

“Ada sekitar ratusan petasan yang kita sita saat merazia para pedagang warung di Jorong Pasar Maninjau. Petasan tersebut kita sita lantaran memiliki daya ledak yang tinggi, serta dinilai sangat berbahaya,” kata Wakapolsek Tanjung Raya Iptu Akhiruddin kepada kaba12.com, Selasa.

Ditambahkan, ratusan petasan yang terjaring razia itu selanjutnya di amankan di Mako Polsek Tanjung Raya. “Petasan ini kita sita dan diamankan di Mako Polsek. Sementara pedagangnya kita data dan beri teguran agar kedepan tidak menjual petasan lagi,” tambahnya.

Baca Juga:  Tim Poskotis Amankan Senapan Mainan dan Tertibkan Mobil Bak Terbuka

Menurut Wakapolsek, ledakan petasan tersebut kerap mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beribadah tarawih pada malam hari. Oleh karena itu, pihaknya melakukan razia petasan secara rutin sekaligus untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat bulan Ramadhan.

“Dengan demikian, masyarakat tentu merasa lebih aman, nyaman, dan khusyu’ dalam melaksanakan ibadah sholat tarawih, tanpa adanya gangguan dari ledakan petasan,” ujarnya.

Baca Juga:  #Agam Peduli Berbuah Simpati, Warga Pasaman Sambut Baik Indra Catri

Pihaknya juga mengimbau seluruh para pedagang di warung maupun di pasar untuk tidak menjual petasan dan kembang api berbahaya guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada masyarakat terutama kalangan anak-anak dan remaja juga diimbau untuk tidak bermain petasan selama bulan Ramadhan, karena suara ledakannya dapat mengganggu ketenangan orang-orang yang beribadah,” tegasnya.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top