Kaba Terkini

Ledakan Kasus Covid-19 Agam, 43 Meninggal Dunia-18 Dokter Terpapar

Lubukbasung, kaba12.com — Kengerian kembali mengemuka menyusul ledakan baru kasus terkonfirmasi covid-19 di kabupaten Agam beberapa waktu belakangan. Bahkan, Minggu kemarin, tercatat sebanyak 56 kasus baru muncul di kabupaten Agam, yang ditengarai berpotensi memicu munculnya beberapa klaster baru.

Review data terakhir covid-19 di kabupaten Agam, tercatat sebanyak 2.295 orang warga Agam terkonfirmasi covid-19 (termasuk 35 praja IPDN Baso), dengan angka kesembuahn 2.078 orang, dengan 174 orang dalam penanganan medis, serta 43 orang meninggal dunia.

Baca Juga:  DPMPTSP Naker Agam Berdayakan IRT Jadi Tenaga Kerja Mandiri

Informasi yang diperoleh kaba12.com dari kepala ruang isolasi RSUD Lubukbasung dr.Elvera Susanti, yang juga ketua IDI Cabang kabupaten Agam, sesuai data yang dirilis tercatat sebanyak 43 orang warga kabupaten Agam meninggal dunia akibat keganasan covid-19 tersebut.

Yang memprihatinkan, dari total data total terkonfirmasi covid-19 tersebut, 18 orang diantaranya ada dokter anggota IDI Agam, belum termasuk bidan, perawat dan tim medis lainnya.

Sementara data 43 orang warga Agam yang meninggal dunia itu, hampir merata di 16 kecamatan yang ada di kabupaten Agam, hanya 3 kecamatan yang tidak ada warganya meninggal akibat covid-19 itu.

Baca Juga:  Bukittinggi Posisi 9 Inflasi Terendah se Sumatera

Jumlah warga Agam yang meninggal sebanyak 43 orang tersebut masing-masing 1 orang dari kecamatan Tanjung Raya, 3 orang dari kecamatan Lubukbasung, 4 orang dari kecamatan Tanjung Raya, 1 orang dari Palembayan, 3 orang dari kecamatan Matur, 10 orang dari kecamatan Banuhampu, 5 orang dari kecamatan Sungai Pua, 1 orang dari kecamatan Canduang, 5 orang dari kecamatan IV Angkek, 4 orang dari kecamatan Baso, 1 orang dari kecamatan Kamang Magek, dan 5 orang dari kecamatan Tilatang Kamang.

Baca Juga:  Tegur Murid Dengan Cubitan, Seorang Guru di Wajo Dipolisikan

Tingginya kasus warga yang meninggal akibat keganasan virus corona itu, apalagi dengan trend peningkatan kasus terbaru saat ini, disebutkan dr.Elvera Susanti, mesti diwaspadai secara maksimal oleh seluruh pihak,” kita harus kembali mendorong optimalnya penerapan protokol kesehatan, seluruh pihak harus betul-betul bergerak, “ tegas Elvera Susanti.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top