Kaba Terkini

Ledakan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19, IDI Pertanyakan Keseriusan Pemkab.Agam

Lubukbasung, kaba12.com — Ledakan kasus terkonfirmasi positif covid-19 baru di kabupaten Agam sepanjang Maret-April tahun ini ditengarai akibat semakin lemah dan kendornya pengawasan yang dilakukan berbagai unsur terkait di pemerintahan kabupaten Agam dalam penerapan protokol kesehatan.

Saat ini pengawasan, pemberian sangsi dan penegakan perda tentang protokol kesehatan, sama sekali tidak pernah diterapkan untuk jajaran pemerintah, yang ada hanya himbauan dan pernyataan di media yang dinilai masih tidak efektif ditaati masyarakat.

Beberapa waktu belakangan, perhatian pemerintah, khususnya di kabupaten Agam, tidak lagi terarah pada penanganan pandemi covid-19 dibuktikan, terabaikannya masalah hak-hak para tenaga medis, tidak dibayarkannya tunjangan tenaga medis, TPP tidak dibayarkan, kondisi ruang isolasi termasuk sudah ditutupnya operasional posko Satgas Covid-19 Kabupaten Agam.

Bahkan, secara terbuka ketua Ikatan Doker Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Agam melihat tingkat keseriusan unsur terkait di Pemkab.Agam melemah dalam menangani pandemic covid-19, bahkan terkesan mengabaikan potensi mengerikan yang bisa ditimbulkan virus corona itu, seperti yang sudah dirasakan tahun lalu.

Baca Juga:  Sekab Agam Gelar Silaturrahmi Lebaran

“ Saat ini, terlihat kentara perhatian dan kepedulian pemerintah di kabupaten Agam melemah terhadap pandemic covid-19, dari banyak aspek kami pantau, “ tegas dr.Elvera Susanti, ketua IDI Cabang Agam menjawab kaba12.com.

dr.Elvera Susanti sendiri mengaku kecewa dan prihatin, pasalnya, selaku ketua tim Mitigasi Covid-19 IDI Wilayah Sumbar, dan tenaga medis yang berkutat langsung dengan kasus-kasus covid-19 di kabupaten Agam, bahkan saat ini tercatat sudah 18 orang tenaga dokter anggota IDI Agam yang terpapar covid-19, pihaknya justru melihat dan merasakan langsung gelombang penurunan perhatian dan kepedulian pemerintah kabupaten Agam terhadap penanganan pandemic covid-19.

Hal itu dibuktikan, selain sudah tidak beroperasinya posko Satgas Penanganan Covid-19 Agam, tidak dilaksanakannya tes swab untuk seluruh tenaga pengajar menjelang kegiatan belajar tatap muka di kabupaten Agam sesuai anjuran tim medis, tidak berperannya dewan mesjid dalam menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan ibadah berjamaah di mesjid-mesjid saat bulan suci Ramadhan saat ini, termasuk aktivitas pasa-pasa pabukoan yang banyak melanggar prokes.

Baca Juga:  Sambut Pergantian Tahun TLCI Chapter Bukittinggi Touring Religi

Tidak hanya itu, ketua IDI Cabang Agam itu mengaku prihatin dengan volume perhatian Pemkab. Agam sendiri terhadap pada tenaga medis, baik terhadap kalangan dokter, perawat, bidan, petugas medis di puskesmas dan rumah sakit, sopir ambulance, serta unsur lain yang terlibat aktif dalam penanganan pandemic covid-19 di kabupaten Agam selama ini.

” Karena tanggungjawab dan pengabdian, seluruh tenaga medis hingga kini masih belum menerima hak atas jasa pelayanan medis dalam pandemic covid-19. Semua masih dijanjikan, “ sebutnya.

Elvera Susanti mengaku prihatin, pasalnya beberapa waktu belakangan tidak ada pergerakan pengawasan yang intensif dari aparat terkait, baik teguran dan sangsi untuk warga yang tidak mentaati perda tentang protokol kesehatan, “ kami melihat tidak ada keseriusan lagi, di semua lini, sehingga dengan sangat mudah memicu ledakan kasus terkonfirmasi baru seperti saat ini,” tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Agam Buka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SPP

Dokter ahli paru-paru RSUD Lubukbasung itu berharap, jajaran terkait di Pemkab.Agam bisa kembali serius dalam penanganan pandemic covid-19, seperti sebelumnya, dengan keseriusan unsur pimpinan daerah,kepedulian para petinggi daerah, disebutkannya sebagai motivasi bagi para tenaga medis sebagai benteng terdepan penanganan virus corona untuk berjuang maksimal,” tak terbayangkan, dampaknya, kita saja sudah 43 orang yang meninggal, “ungkap Elvera Susanti dengan nada pelan.

Elvera Susanti berharap, menyikapi kondisi yang terjadi saat ini, Pemkab.Agam melalui Satgas Penanganan Covid-19 Agam, kembali melakukan evaluasi secara khusus, bahkan diharapkan lebih serius dalam menerapkan langkah-langkah penanganan di lapangan dengan aksi nyata, “ tak perlu rapat-rapat yang membuang waktu tanpa hasil yang jelas, hilangkan retorika dan teori-teori yang hanya akan semakin melemahkan aksi-aksi di lapangan, “tegasnya serius.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top