Bukittinggi

DLH Bukittinggi Himbau Warga Budidaya Ulat Maggot

Bukittinggi, KABA12.com — Produksi sampah di Bukittinggi sangat besar. Bahkan untuk rata rata per hari, Dinas Lingkungan Hidup Bukittinggi mengantarkan sampah ke TPA regional Payakumbuh, sebanyak 100 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bukittinggi, Syafnir, menjelaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Pemko akan terus berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan kebersihan, salah satunya dalam membersihkan sampah.

“Kami setiap hari melaksanakan rutinitas penjemputan sampah ke masyarakat, TPS dan menyapu jalanan. Selanjutnya sampah itu dikirim ke TPA regional Payakumbuh. Jumlah sampah Bukittinggi merupakan jumlah terbanyak yang masuk ke TPA Payakumbuh dibanding daerah lainnya,” ungkap Syafnir.

Baca Juga:  Gempa 3,6 SR Goncang Agam, BMKG Imbau Warga Tidak Panik

Namun demikian, Pemko melalui DLH terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi volume sampah. Seperti, pemilahan sampah kemudian diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Namun, salah satu upaya terbaru, pengurangan sampah dapat dilakukan dengan budidaya ulat maggot.

“Ulat magot itu, dapat memakan sampah. Sehingga dengan budidaya maggot, masyarakat dapat mengurangi sampah runah tangga yang dihasilkan. Selain itu, ulat magot juga bernilai ekonomis,” jelas Syafnir.

Baca Juga:  Olahraga Gym, Seorang Pria Terjepit Barbell

Kadis DLH melanjutkan, budidaya ulat maggot banyak memberikan keuntungan. Diantaranya, harga ulat maggot cukup mahal dipasaran, ulat maggot juga bisa menjadi pakan ternak.

“Satu kilo bibitnya saja bisa mencapai Rp 150 ribu. Jika ini bisa dibudidayakan oleh masyarakat, tentu akan banyak keuntungannya. Ulat magot bisa mengurai dan menghancurkan sampah, bisa dijual dan bernilai ekonomis. Ulat maggot juga bisa menjadi makanan ternak seperti ayam, ikan dan itik. Jadi banyak keuntungannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Bazar dan Pasar Murah TP PKK Dimulai

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Mematuhi aturan ketentuan baru pembuangan sampah dari pukul 6 sore hingga 3 dini hari, pisahkan sampah organik dan anorganik, olah sampah yang bisa dijadikan barang bernilai ekonomis serta budidayakan ulat maggot.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top