Kaba Terkini

DPRD Temukan Toko di Pasa Ateh yang Dindingnya Dijebol

Bukittinggi, KABA12.com — Saat sidak ke Pasa Ateh, Anggota DPRD Bukittinggi menemukan kejanggalan terkait adanya toko yang dindingnya dijebol oleh oknun pedagang. Hal ini karena pedagang bersangkutan memiliki dua atau tiga toko yang berdampingan.

Ketua Komisi 2 DPRD Bukittinggi, Nofrizal Usra, menjelaskan, terkait Pasa Ateh, ada temuan toko yang dijebol dengan satu pemilik. Jumlahnya, sekitar delapan petak yang dibobol menjadi empat toko.

“Kita akan minta penjelasan ke kepala dinas, terkait hal ini. Bagaiamana aturan dan kesepakatannya dengan pedagang,” jelasnya saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Kantrlor DPRD Bukittinggi, Senin (29/03).

Kepala Dinas UKM, Koperasi dan Perdagangan Kota Bukittinggi, Muhammad Idris, membenarkan adanya pedagang yang melakukan pembobolan dinding tokonya. Sehingga pihak dinas telah memberikan surat peringatan kepada yang bersangkutan.

“Tertanggal 18 Maret kemarin, pedagang yang bersangkutan telah diberikan surat peringatan. Isinya, dilarang membobol dinding toko Pasa Ateh dan diminta memperbaiki dan membangun kembali dinding yang membobol itu,” jelasnya.

Sementara, ditanya terkait penganggaran perawatan Pasa Ateh, Sekretaris Komisi 2 DPRD Bukittinggi, Asril, menjelaskan, DPRD dsn Pemko telah menganggarkan biaya perawatan Pasa Ateh sebesar Rp 5 milyar. Namun, penyerahan aset belum dilakukan.

“Pada intinya, Pasa Ateh sudah ada terima pengelolaan pasar. Artinya, pengelolaan audah dilimpahkan ke Pemolko Bukittinggi. Sehingga muncul beban biaya pengelolaan. Tapi biaya pengelolaan bisa dikeluarkan untuk aset daerah. Sehingga kita bisa menganggarkan, yang bersifat sementara. Untuk itu, kami dorong Pemerintah daerah didorong agar lebih pro aktif, agar mempercepat serah terima aset,” jelasnya.

Biaya perawatan dan pengelolaan Pasa Ateh dianggarkan sebesar Rp 5 milyar. Dana itu ditujukan untuk biaya listrik, SDM dan seluruh maintenance.

Namun, anggaran itu, masih menimbulkan tanda tanya, karena aset Pasa Ateh belum menjadi milik Pemko Bukittinggi.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top