Kaba Terkini

Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Bukittinggi 2021-2026

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Penggembangan (Bapelitbang), gelar konsultasi publik rancangan awal RPJMD Bukittinggi 2021-2026. Kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi ini dilaksanakan di Auditorium Pustaka Bung Hatta, Selasa (09/03).

Kepala Bapelitbang Bukittinggi, Rismal Hadi, menjelaskan, forum konsultasi publik rancangan awal RPJMD Bukittinggi 2021-2026 ini dilaksanakan dalam rangka memperoleh masukan dan saran dari stakeholder untuk penyempurnaan rancangan awal penyusunan RMPJD tahun 2021-2026. FKP kali ini, mengangkat tema, “Dengan sinergitas seluruh stakeholder Kota Bukittinggi kita wujudkan Bukittinggi Hebat, berlandaskan adat basandi syara’ syara’ basandi kitabullah”.

“Forum konsultasi publik merupakan salah satu dari empat metode pendekatan proses perencanaan pembangunan daerah. Empat pendekatan yang dimaksud, pendekatan teknokratik, menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah. Pendekatan partisipatif, dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan. Pendekatan politis, dilaksanakan dengan menerjemahkan visi misi kepala daerah terpilih ke dalam dokumen RPJMD yang dibahas dengan DPRD. Selanjutnya pendekatan atas-bawah dan bawah-atas, merupakan hasil perencanaan yang diselaraskan dengan hasil musrenbang mulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat nasional,” jelasnya.

Setelah dilantik Wako dan Wawako harus melaksanakan agenda pertama adalah penyusunan RPJMD sebagai tonggak pembangunan Kota Bukittinggi. RPJMD merupakan penjabaran dari visi misi dan program kepala daerah, yang memuat tujuan, sasaran,strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif.

“Penyusunan RPJMD harus berpedoman pada RPJPD, RTRW dan RPJMN,” ungkapnya.

Kepala Badan Keuangan Bukittinggi, Heriman, menjelaskan, APBD Kota Bukittinggi sejak tahun 2016 hingga 2019 cendrung meningkat. Namun pada tahun 2020, kembali menurun karena pandemi covid-19. Bahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2020 hanya 9,5 persen dari total APBD.

“Pertumbuhan rata rata APBD 2016-2020, untuk APBD 4,33 persen dan PAD 17,64 persen. Namun diasumsikan tahun 2022 perekonomian nasional dan daerah telah kembali normal. Penerimaan dana transfer dari pusat kembali meningkat. Pertumbuhan APBD 2,18 persen. Pertumbuhan PAD 5,12 persen. Proyeksi APBD 2021-2026 dengan pertumbuhan 2,18 persen, merupakan skenario konservatif. Perlu terobosan inovasi daerah dalam meningkatkan penerimaan daerah tanpa bergantung pada dana transfer,” jelasnya.

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan, menyampaikan, hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan rancangan awal RPJMD melalui hasil FKP ini, diharapkan dapat disampaikan segera ke lembaga legislatif. Sehingga anggota dewan akan langsung membahas RPJMD secara lebih mendalam.

“Selaku pimpinan DPRD, kami sangat mendukung kegiatan ini dan mengajahak semua peserta untuk berikan saran untuk penyempurnaan rancangan awal penyusunan RPJMD,” ujar Herman Sofyan.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, Kota Bukittinggi dibawah kepemimpinan Wako Erman Safar dan Wawako Marfendi, mengusung misi menciptakan Bukittinggi hebat, berlandaskan ABS-SBK. Untuk mewujudkan visi itu, terdapat tujuh misi.

“Visi misi Kota Bukittinggi, sudah sangat sinkron dengan visi pemerintah Provinsi Sumbar, terwujudnya Sumatra Barat madani yang unggul dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Wako menegaskan, visi menjadi harapan yang harus dilaksanakan bukan hanya dilafazkan. “Kami siap mewujudkan harapan menjadi kenyataan karena visi adalah janji dihadapan Allah SWT. InsyaAllah bersama kita wujudkan Bukittinggi hebar berlandaskan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, juga dipaparkan materi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), oleh tim ahli dari Unand, Dr. Ardinis Arbain. Ada beberapa isu prioritas KLHS RPJMD Kota Bukittinggi. Pertama, rendahnya kapasitas pengelolaan sampah, rendahnya ketersediaan air bersih, meningkatknya alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain, rendahnya kualitas air bersih dan rendahnya kualitas dan kapasitas drainase.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });