Kaba Terkini

Sukses Surplus Pangan Masa Pandemi Covid, DPRD Madina Studi Tiru ke Kabupaten Agam

Lubukbasung, kaba12.com — Kalangan DPRD Agam jamu rombongan DPRD Mandahiling Natal, Sumatera Utara yang menggelar studi tiru ke DPRD Agam, Selasa,(2/3).

Rombongan disambut langsung Dr.Novi Irwan, ketua DPRD Agam, didampingi wakil ketua Irfan Amran, bersama beberapa anggota diantaranya Jondra Marjaya, Joni Putra, Yopi Eka Anroni dan Indra Sekretaris DPRD Agam.

Rombongan studi tiru DPRD Madina itu diikuti 14 anggota Komisi II dan Komisi IV yang sengaja menimba pengalaman terkait dnegan regulasi dalam konteks pengelolaan bidang perkebunan, pertanian dan perikanan di daerah kabupaten Agam.

Menurut Harmensyah Batubara, wakil ketua DPRD Madina yang memimpin rombongan menyebutkan, studi tiru DPRD Madina ke kabupaten Agam, terutama untuk mempelajari sistem yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Agam dalam dunia pertanian dimasa Pademi Covid-19.

“Perkembangan pertanian Kabupaten Agam menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah lain untuk mengespolitasi potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Agam, salah satunya Komisi II dan IV DPRD Madina, sengaja belajar ke daerah ini, “sebutnya.

Ditambahkan, dari segi perikanan, Harmensyah Batubara mempertanyakan apakah Pemkab.Agam sudah memiliki tempat penampungan ikan yang di budidayakan oleh masyarakat Agam, menginggat banyaknya masyarakat yang membudidayakan ikan nila di danau Maninjau.

Disisi lain, juga ditanyakan, persentase pertumbuhan ekonomi masyarakat setiap tahun dan apakah pemerintah memberikan suport disetiap leading sector dalam mendukung ekonomi masyarakat Agam sehingga bisa diterapkan di kabupaten Madina.

Menanggapi ragam pertanyaan tersebut, Novi Irwan, Ketua DPRD Agam Novi Irwan menjelaskan, Kabupaten Agam secara kulutur mempunyai topografi yang lengkap ada gunung, bukit, danau pesisir pantai,” kami bangga dengan anugerah yang maha kuasa yang diberikan kepada masyarakat kabupaten Agam,”katanya.

Dijelaskan, Pemkab.Agam dalam mendorong beragam potensi yang dimiliki, baik pertanian maupun perikanan, adalah dengan sistim pendampingan terhadap seluruh para petani yang ada di Kabupaten Agam.

“Misalnya para petani ahlinya dalam bidang perikanan diarahkan kepada dinas perikanan, ahli dalam bidang perdagangan makan Dinas Koperindagkop akan tampil dalam melakukan pembinaan. Sistem pendampingan ini dilakukan secara terus menerus dalam percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Agam dimasa pademi covid-19,” katanya.

Ditambahkan Novi Irwan,bidang perikanan, para petani ikan di kabupaten Agam tidak cemas dalam memasarkan produksi ikan sudah ada jejaringnya, para petani sudah ada penampungnya, bahkan penampungan untuk ikan air tawar sudah sampai daerah tentanga, seperti Duri, Pekan Baru, bahkan ada yang sampai ke pulau Jawa sehingga ikan-ikan tersebut tidak tertumpuk begitu saja

Terkait pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Agam, sesuai data statistik setiap tahun cukup menggembirakan,hampir mencapai 4-7 persen dan dimasa pandemi covid-19 ini dunia pertanian tetap stabil,.

“ Sebab dimasa pemerintahan Bupati Agam yang sebelum ini sudah menerapkan strategi, “nan di laman untuak dimakan yang di parak baok ka pakan”-artinya stok bahan pangan bagi masyarakat Agam telah tersedia di masing-masing rumah warga, karena pemanfaatan lahan yang dimiliki, sesuai program Agam menyemai, sehingga stok pangan tersedia walau dimasa sulit sekalipun, termasuk saat pandemic covid-19,” jelas Novi Irwan.

Bahkan, ditegaskan ketua DPRD Agam itu, program ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam masyarakat kabupaten Agam, menghadapi berbagai situasi sulit, karena masyarakat sudah terlatih dengan program Agam menyemai, menyiapkan cadangan pangan di rumah masing-masing, termasuk cadangan untuk belanja kebutuhan harian dengan memanfaatkan kebun dan ladang.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top