Kaba Terkini

DLH Bukittinggi Rencanakan Pemanfaatan Aset Pemko di Gaduik

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi ternyata memiliki aset berupa tanah seluas 5 Ha di Padang Hijau, Gaduik, Kab.Agam. Pada awalnya, aset yang dibeli Pemko saat kepemimpinan Wali Kota Armedi Agus itu, akan dimanfaatkan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Namun, karena tidak teralisasi, DLH akan menjadikan lokasi itu sebagai areal pembibitan tanaman hias dan untuk budi daya Ulat Maggot atau ulat pemakan sampah organik.

Baca Juga:  Ketua DPRD Apresiasi Giat Pol-PP Syariah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bukittinggi, Syafnir, menjelaskan, saat awal dibeli oleh Pemko dulunya, lokasi itu telah dibangun untuk dijadikan TPA Wisata Sampah yang memiliki daya tarik tersendiri, karena memiliki pemandangan yang indah. Namun, masyarakat sekitar yang ada di Batang Palupuah dan Sitingkai memprotes kehadiran TPA Wisata Sampah, karena menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat, salah satunya bermunculannya lalat dan mengganggu kenyamanan.

“Sampai saat ini, areal seluas 5 Ha itu terlantar begitu saja dan bahkan bangunan penunjang yang dibangun di daerah itu hancur begitu saja tanpa terlebih dahulu dimanfaatkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  DLH Bukittinggi Himbau Warga Budidaya Ulat Maggot

Untuk itu, saat ini, DLH Bukittinggi akan mencoba untuk memanfaatkan areal itu sebagai objek wisata sampah yang ramah. Dan areal itupun telah dibersihkan secara bersama sama oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup.

“Dimana untuk jangka panjang, kita akan bangun pengelolaan sampah secara teknologi di areal itu. Sampah yang akan dibawa ke areal Padang Hijau ini betul betul sampah organik, sehingga tidak meresahkan kepada masyarakat. Sedangkan untuk program jangka pendek, kita akan kembangkan budi daya Ulat Maggot atau ulat pemakan sampah organik. Disamping itu, kita akan jadikan areal itu sebagai pembibitan tanaman hias. Kita buat perencanaannya dan akan kita usulkan ke pimpinan,” jelas Syafnir.

Baca Juga:  Tiara Dilepas Walikota ke Jakarta

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top