Kaba Terkini

Haru Biru Pendampingi PKH Banuhampu, Ada Energi Lebih Saat PKM PKH Graduasi

Banuhampu, kaba12.com — Ada hal yang mengharu biru, disaat warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan berhasil sukses bahkan bisa keluar dari beban berat yang menghimpit.

Bahkan, bagi koordinator SDM penerima keluarga harapan (PKH),justru ada energy lebih bahkan motivasi yang dirasakan, saat ada warga yang sebelumnya terdata dalam kelompok PKH, yang secara sukarela mundur dan keluar dari kelompok penerima bantuan dari pemerintah, dan memilih mandiri dalam mengembangkan kegiatan ekonominya.

Ini nukilan kisah sukses yang diraih Nurbaiti, koordinator SDM PKH Kecamatan Banuhampu, yang diawal tahun 2021, sukses mendorong 3 warga penerima bantuan PKH dari Dinas Sosial Agam, mengembangkan kegiatan ekonominya, bahkan secara sukarela 3 penerima bantuan itu menyatakan mundur dari kelompok penerima bantuan pemerintah tersebut.

Berikut catatannya. Adalah ibu Warni adalah penerima PKH Tahun 2018, seorang ibu yang sukses mendidik anaknya bernama Wina menjadi anak dengan segudang prestasi akademik dan non akademik.

Wina anak yang ulet disamping menimba ilmu disalah satu sekolah kejuruan, juga membuka jasa make up dan jasa pemasangan “inai” yang biasa dipakai untuk menghias tangan pengantin, modal awal membeli alat adalah dana PKH yang ditambah dengan tabungannya.

Sementara ibu Warni baru memulai usaha berjualan bakso bakar, namun beliau yakin bahwa InsyaAllah usaha beliau dan suami yang seorang tukang sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dan menyatakan mundur dari kepesertaannya di PKH awal tahun ini.

Kisah serupa datang dari ibu Farida penerima PKH 2018. Janda beranak 5 ini seorang diri membesarkan anak-anaknya sejak 2010, beliau bertani sekaligus menjadi “pakang sayur” istilah dikampung,yakni membeli sayur mayur dari petani kemudian menjualnya kembali ke pengepul atau toke.

Tahun 2014 ketika hujan es melanda rumah yang mereka huni bocor, berkat bantuan bedah rumah dan bantuan masyarakat sekitar, rumahnya yang rusak berhasil kembali dibangun ditanah peninggalan suaminya. Tahun 2020 beliau mendapatkan bantuan WRSE dari dana sharing dari salah satu anggota dewan propinsi Sumatera Barat,” Alhamdulillah usaha rumahannya mulai berkembang,” sebut Nurbaiti.

Bahkan, tanggal 14 Januari 2021,ketika pertemuan kelompok Farida, menyatakan mengundurkan diri dari kepesertaan PKH, walau masih mempunyai komponen PKH yaitu anak sekolah dan seorang Lansia (ibu dari ibu Farida) namun dia yakin bahwa rezeki tidak hanya dari PKH.

Hal serupa juga dialami Yonheri penerima PKH jorong Tiagan Panyalaian tahun 2020, yang menyatakan mengundurkan diri pada saat pertemuan kelompok Sabtu,( 9/1), walau komponen PKH masih ada yang mempunyai tanggungan 3 orang anak, 2 orang SD dan 1 orang SMP dan saat ini sedang menunggu kelahiran buah hati ke empat,” tangan diatas lebih mulia dari pada tangan dibawah,” ungkapnya.

Itulah sekelumit kisah yang diceritakan Nurbaiti, Pendamping SDM PKH yang diawal tahun 2021 ini sudah memberhasil memberikan motivasi dan meningkatkan potensi serta kepercayaan diri kepada KPM PKH, sehingga mundur tanpa ada paksaan.

“ Kita berharap target yang ditetapkan Dirjen Linjamsos Kemensos RI Pepen Nazarudin, tercapai sehingga angka kemiskinan dapat menurun,” sebut Rahmi Artati, Kadinas Sosial Agam menyikapi sukses yang diraih Nurbaiti dalam mendorong kemandirian ekonomi para penerima PKH itu.

Bahkan, Rahmi Artati menyakinkan, banyak langkah dan strategi yang bisa dilakukan pendamping SDM untuk mendorong graduasi mandiri KPM PKH, “ graduasi mandiri adalah bukti sukses pendamping bagi koordinasi SDM PKH di lapangan, karena motivasi adalah kunci, “ tegasnya.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });