Kaba Terkini

Makanan Bergizi dan Olahraga Teratur Jadi “Tameng” Covid-19 dan Penunjang Kesembuhan

Bukittinggi, KABA12.com — Pengalaman pasien positif covid-19, tentu menjadi bahan pertimbangan bagi maayarakat untuk dapat mejaga kondisi tubuh agar tidak terpapar virus itu. Selain itu, beberapan anjuran dari mereka yang telah sembuh, juga menjadi masukan berharga untuk pasien yang masih dinyatakan positif covid-19.

Dua warga Bukittinggi dan Agam yang pernah diwawancarai KABA12.com mengakui, mereka tidak mengetahui terpapar covid-19 dari siapa. Namun, keduanya memiliki cerita berbeda.

Ermawati, salah seorang guru, juga dinyatakan positif covid-19. Namun, ia mengalami gejala deman dan hilang penciuman serta perasa. Setelah ikut tes swab, ia dinyatakan positif.

“Karena ada gejala dan saya tidak kuat, saya dirawat di RSAM. Perhatian penuh tim kesehatannya sangat luar biasa. Seluruh pasien diberikan makanan, asupan gizi dan vitamin yang cukup. Saya juga dengar beberapa obat herbal bisa membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, itu juga saya konsumsi. Alhamdulillah satu minggu saja saya dirawat dan swab menunjukkan hasil negatif. Tetap semangat, ibadah dan optimis sembuh akan tingkatkan imun, itu yang paling penting,” ujarnya.

Sementara itu, Eryanson, salah seorang ASN di lingkungan pemerintah Kota Bukittinggi, mengaku tidak mengalami gejala apapun. Namun, karena arahan dari Wali Kota Bukittinggi, agar seluruh pegawai ikuti tes swab, akhirnya dari hasil itu, ia dinyatakan positif.

“Karena tidak ada gejala, tentu saya pilih isolasi mandiri. Pihak puskesmas setempat rutin melakukan pengecekan melalui telpom dan memgantarkan vitamin penunjang. Kemudian juga disarankan untuk makan teratur dengan mencukupi unsir 4 sehat 5 sempurna serta rajin berolah raga. Alhamdulillah, hal itu ternyata sangat membantu dan sekarang saya sudah dinyatakan sembuh dengan dua kali hasil negatif,” ungkapnya.

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Cerita lainnya datang dari Jakarta, Twindy Rarasati, tanpa ada gejala demam, langsung mengalami sesak nafas. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dia dinyatakan positif COVID-19. “Awalnya, saya langsung sesak nafas. Sakit kepala, kelelahan, hilangnya indera penciuman dan pengecapan. Tapi saya tidak mengalami demam atau batuk,” jelasnya.

Hal ini diceritakan Twindy yang berprofesi sebagai dokter dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Vaksin Sebagai Perencanaan Preventif Kesehatan’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (23/11).

Menurutnya, ada banyak sekali gejala yang dapat timbul ketika terinfeksi virus corona. Karena itu penting untuk selalu memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh.

Diceritakan Twindy, selama proses recovery, indera perasa dan penciuman pelan-pelan berangsur pulih setelah empat atau lima hari dia kehilangan dua kemampuan indra tersebut. “Mengatur pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori, tinggi protein sebagai usaha meningkatkan imunitas,” ujarnya menjelaskan treatment yang dilakukan sepanjang proses pemulihan.

Karena berprofesi sebagai dokter dan berada di garda terdepan, Twindy sadar bahwa risiko tertular lebih besar. Untuk mencegah risiko penularan, Twindy melakukan mitigasi terlebih dahulu.

“Saya sudah menerapkan protokol kesehatan di rumah. Ada ruangan terpisah dan sudah ada alurnya. Aktivitas makan juga tidak dapat dilakukan bersama untuk mengurangi risiko tertularnya anggota keluarga lainnya,” tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya sebagai penyintas, Twindy mengungkapkan bahwa protokol kesehatan harus sebaik-baiknya dilakukan.

“Tanggungjawab menjalankan protokol kesehatan ada di diri kita sendiri dan jangan lupa untuk terus update ilmu agar bisa tahu apa yang harus dilakukan. Bagi yang sekarang, terus berjuang melawan COVID-19 dan tetap semangat. Kita bisa bangkit dan overcome,” jelasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });