Kaba Terkini

Terkait Masalah Tapal Batas, Puluhan Warga Sitalang Datangi DPRD Agam

Lubukbasung, kaba12.com — Puluhan tokoh masyarakat Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari datangi DPRD Agam untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait masalah tapal batas antara nagari Sitalang Kecamatan Ampek Nagari dengan Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Senin (26/10).

Rombongan tokoh masyarakat tersebut diterima Ketua DPRD Agam Novi Irwan bersama anggota Komisi I DPRD Agam Feri Adrianto dan Syafrizal, dihadiri anggota DPRD Agam dari Dapil II Zulpardi, Jondra Marjaya, Ar Yutinof dan Yopi Eka Androni serta Sekretaris DPRD Agam Indra.

Menurut tokoh masyarakat Sitalang, Yoserizal, masyarakat keberatan dengan penetapan tapal batas tersebut, karena mereka menginginkan tapal batas administrasi nagari atau desa sama dengan batas adat.

Ditambahkan, tapal batas antara Nagari Sitalang dengan Silareh Aia yang ditetapkan Pemkab.Agam sangat berbeda, sehingga masyarakat Nagari Sitalang tidak menerima dengan kondisi itu,” kami berharap, DPRD Agam bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya masalah-masalah lainnya, “ sebut Yoserizal.

Hal senada dikatakan Afri Wendri, tokoh masyarakat Sitalang yang berharap, anggota Komisi I DPRD Agam Bidang Hukum dan Pemerintahan untuk bisa turun langsung ke lokasi, sehingga ada data perbanding dari DPRD Agam dalam menyelesaikan permasalahan tapal batas antara kedua belah pihak serta menginginkan mediasi yang jelas antara kedua belah pihak dan Pemkab.Agam.

Sementara menurut Zulpardi anggota DPRD Agam dari Dapil II, menyebutkan, masalah batas dua nagari tersebut sejak dari tahun 2004 mengapung ke permukaan, “ kita berharap, hal ini bisa diselesaikan segera. Kami di DPRD Agam, sebagai penengah bersama pemerintah daerah akan mencari jalan keluarnya yang tidak akan merugikan kedua nagari,” sebutnya.

Sementara Ketua DPRD Agam, Novi Irwan, menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan disikapi langsung oleh Komisi I DPRD Agam. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Agam untuk membahas ini,” katanya.

Disebutkan Novi Irwan, pihaknya berharap, masalah tapal batas itu akan diselesaikan secara kekeluargaan, karena masyarakat Nagari Sitalang dan Silareh Aia adalah bersaudara. Selain itu, untuk proses penyelesaiannya, harus melibatkan tokoh adat di dua nagari tersebut, karena tanah ulayat di Minangkabau milik tokoh adat. “Tapal batas dan lokasi itu hanya diketahui oleh tokoh adat setempat,” katanya.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top