Kaba Terkini

Promosikan Kesenian Minang, Pemuda Tuah Sakato Gelar Latihan Randai di Lembah Harau

Harau, kaba12.com — Sebagai upaya mempromosikan dan melestarikan seni tradisi Minangkabau di era modern, tim kesenian pemuda Tuah Sakato menggelar latihan randai di kawasan Objek Wisata Lembah Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (20/10).

Dalam kesempatan itu, tim kesenian Tuah Sakato yang berasal dari Jorong Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam ini menampilkan atraksi drama randai Siti Napiah serta mendapat perhatian khusus dari wisatawan yang berada di lokasi.

Ketua Pemuda Tuah Sakato, Didi Satria menyebutkan, latihan yang dilakukan di luar wilayah Kabupaten Agam ini bertujuan untuk memberikan penyegaran kepada personil tim kesenian, sehingga kedepannya mereka bisa berlatih lebih maksimal dan mencapai sebuah harapan yang diinginkan.

“Selain itu, kegiatan ini sekaligus promosi kita untuk memperlihatkan kesenian tradisional Minangkabau kepada orang banyak salah satunya di kawasan objek wisata di Kabupaten Limapuluh Kota,” ujarnya kepada kaba12.com, Selasa.

Disebutkan, dalam kegiatan ini, pihaknya melibatkan kalangan milenial untuk melestarikan kesenian tradisional Minangkabau yang tergerus zaman oleh tradisi budaya lain.

“Untuk latihan kesenian, saat ini kita memfokuskan kepada para pemuda atau kalangan milenial agar mereka bisa mengetahui dan memaknai lebih dalam tentang seni tradisi Minangkabau,” katanya.

Sementara itu Sesepuh Kesenian Tuah Sakato Herman Tanjung manambahkan, untuk latihan di luar daerah, direncanakan kedepannya akan berlanjut. Dimana sasaran tempat untuk latihan kesenian selanjutnya berlokasi di Kecamatan Kamang Magek dan Kabupaten Tanah Datar.

“Insyaallah kalau tidak ada halangan, sebelum akhir tahun kita gelar lagi di daerah lain,” tuturnya.

Dengan adanya latihan di luar Kabupaten Agam ini, ulasnya, diharapkan kepada para pemuda atau kalangan milenial Tuah Sakato untuk dapat berperan serta dalam melestarikan seni, tradisi, dan budaya Minangkabau yang saat ini mulai pudar.

“Mudah-mudahan dengan latihan di luar daerah seperti ini, mereka bisa lebih fokus lagi dalam berlatih, sehingga kedepannya bisa menampilkan yang terbaik kepada orang banyak, serta Mambangkik Batang Tarandam kesenian Tuah Sakato yang pernah tenar di masanya,” jelas Herman.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top