Kaba Terkini

Tak Berizin, Pemilik Burung Kicau Dilindungi Terancam Dipidana

Lubukbasung, KABA12.com — Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Ade Putra mengatakan, jika kedapatan saat operasi penertiban, pemilik burung kicau dilindungi yang tidak berizin terancam dipidana.

Dijelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 tahun 2018 melarang setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup, mati ataupun bagian-bagian tubuhnya. Sanksi bagi yang melanggar adalah pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah.

Baca Juga:  Empat Ruko Terbakar Kobaran Api Sulit Dipadamkan

‘’Hingga batas terakhir pendataan pada 4 September lalu, hanya 38 orang yang mengurus pendataan ke BKSDA Agam.’’ katanya, Jumat (18/9).

Disebutkan, pendataan dilakukan mulai dari jenisnya, ciri khusus, kelamin dan data pemiliknya. Burung yang sudah didata kemudian dipasangi gelang khusus di kakinya. Pemiliknya juga mendapat sertifikat izin resmi.

Baca Juga:  TP-PKK Sumbar Kunjungi Dasawisma Kamboja I

“Pendataan ini, arahnya, mereka harus melakukan penangkaran. Jadi yang di alam tidak dieksploitasi, kemudian, yang akan diperjualbelikan adalah hasil dari penangkaran,” jelasnya.

Disebutkan Ade, pendataan ini sesungguhnya sudah dilakukan dalam dua tahun terakhir. BKSDA pun menyasar komunitas- komunitas pehobi burung untuk melakukan pendataan.

“Lewat dari batas akhir 4 September itu, kita akan proses sesuai aturan. Kalau mereka melakukan penyerahan, kita terima. Kalau tidak mau menyerahkan akan kita proses,” tegasnya.

Baca Juga:  Sekda Agam Minta ASN Tidak Tambah Masa Libur Lebaran

Sementara, jenis-jenis burung yang dilindungi di Sumatera Barat berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P106 tahun 2018 Tentang Tumbuhan dan Satwa Dilindungi antara lain Rangkong Gading, Burungmadu-Sepah Raja, Kakatua Jambul Kuning, Kuau Raja, Elang Laut Perut Putih, Cucak Hijau, Gelatik Jawa, Bangau Tongtong, Beo/Tiung, Enggang Cula, Elangular Bido, dan Celapuk Mentawai.

(Virgo/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top